Apakah Bekerja Harus Sesuai Passion? Ini Jawabannya

Hallo Sahabat OCI, kembali lagi di hari senin 16 Juli 2018. hari ini OCI ingin mengulas tentang Passion . Setiap orang berharap supaya bisa bekerja sesuai passion yang dimiliki agar bisa lebih menikmati apa yang dikerjakannya. Tapi apa daya, hal ini sangat sulit diwujudkan. Bukan karena skill yang tidak memadai, tapi karena lapangan pekerjaan yang terbatas menghambat keinginan seseorang untuk bekerja sesuai passion nya. Tidak sedikit karyawan mengajukan resign setelah lima tahun bekerja karena merasa tidak nyaman mengerjakan tugas kantor. Sangat disayangkan, apalagi mencari kerja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Inilah alasan mengapa bekerja sesuai passion itu sangat penting.

1. Cepat Menyesuaikan Diri di Tempat Kerja

Karyawan baru tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menyesuaikan diri di tempat kerja. Tapi, hal ini terlihat sangat mudah bila kamu bekerja sesuai passion. Sebab, tidak butuh lama bagimu untuk menyesuaikan diri di tempat kerja yang baru.Tidak hanya cepat akrab dengan rekan kerja, kamu juga akan cepat akrab dengan atasan. Sehingga hubungan kerja dengan pihak internal di kantor lebih harmonis hanya dalam waktu sekejap. Continue reading

Iklim Dunia Usaha Membaik Ditopang Semua Sektor Industri

BISelamat pagi para pembaca setia OCI~ berjumpa kembal di hari Jumat tanggal 13 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Bank Indonesia (BI) yang merilis survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Di mana hasil survei yang dilakukan pada kuartal II tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal I 2018.

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada triwulan II-2018, meningkat dari 8,23% pada triwulan I-2018. Peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT-3,96%). Continue reading

Meski Menantang, Industri Asuransi Diyakini Tumbuh Sesuai Ekspektasi

gambarHalo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 12 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai dinamika eksternal yang bisa menghadirkan tantangan bagi industri asuransi umum di paruh kedua tahun ini. Meski begitu, sektor industri yang mengkover risiko kerugian mobil sampai kargo laut ini dinilai masih punya kesempatan cukup besar untuk mengukir kinerja yang positif.

Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe menilai sejumlah sentimen terutama dari luar negeri berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri di semester kedua 2018. Misalnya saja tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi.

Tentunya hal ini juga bisa merembet ke kondisi bisnis asuransi umum. Diantaranya terkait laju investasi dan peningkatan sejumlah komponen yang mempengaruhi klaim akibat penguatan dolar.

Meski begitu, ia masih menjaga optimisme pertumbuhan bisnis asuransi umum di tahun ini masih bisa lebih baik ketimbang tahun kemarin. “Saya lihat masih bisa tumbuh setidaknya sebesar 10%,” kata dia baru-baru ini.

Salah satunya karena pelaku usaha asuransi umum saat ini masih aktif membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya belum dioptimalkan. Misalnya, dengan menggenjot sejumlah lini bisnis semisal asuransi tanggung gugat, asuransi kredit, asuransi pengangkutan, hingga asuransi aneka.

Sejauh ini upaya tersebut cukup berhasil mensubtitusi bisnis dari bisnis yang masih cukup menantang. Misalnya saja asuransi properti yang mengalami penurunan premi di awal tahun ini.

Sementara itu sampai bulan Mei 2018 kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor industri ini mengumpulkan premi bruto sebanyak Rp23,8 triliun. Sementara pada periode yang sama di 2017, perolehan premi bruto pelaku usaha asuransi umum menyentuh Rp20,4 triliun.

Artinya secara tahunan, premi bruto yang didapat

Ini lho 5 Manfaat Nyata Kalau Kamu Mau Puasa Media Sosial, Berani Coba?

sosial media

Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 11 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai manfaat kita ber ‘puasa’ dalam menggunakan media sosial. Apakah kalian pernah merasa lelah dengan dunia maya? Atau kalian merasa bosan dengan kegiatan setiap hari yang hanya terfokus pada media sosial? Itu bisa menjadi tanda bahwa kalian harus mulai puasa medsos lho. Puasa sosial media yaitu berhenti sejenak dari dunia media sosial.

Boleh sekedar sehari, tiga hari, satu minggu atau bahkan satu bulan. Mungkin kalian akan ketinggalan berita terbaru, tapi memangnya kerugian apa yang akan terjadi? Dunia tidak akan berhenti hanya karena kalian tidak bermain medsos kan? Continue reading

9 Cara Ini Mampu Ciptakan Perdamaian Dunia, Kamu Bisa Kok Lakukan Semuanya!

peaceSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa tanggal 10 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai cara untuk menciptakan perdamaian dunia. Perang dunia tercatat dua kali terjadi dan memakan banyak korban. Sejatinya tak ada manusia yang ingin hidup dalam ancaman. Ya, semua orang di berbagai belahan dunia pasti mengharapkan kehidupan yang damai. Meski begitu, ketidaksepahaman terkadang mampu memicu konflik yang bahkan dampaknya berkepanjangan. Nggak mau kan saat beraktivitas atau saat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga kamu merasa panik karena konflik antarnegara?

Perdamaian dunia yang diidam-idamkan oleh semua orang tak hanya menjadi tugas pemerintah. Kita sebagai warga negara pun memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut. Terlebih sebagai generasi muda yang kelak memimpin sebuah negara. Continue reading

Sistem Jaminan Sosial Indonesia Lebih Pesat dari Negara Maju?

logo_bpjs_kesehatanSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Senin 9 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai perkembangan sistem jaminana sosial kesehatan di Indonesia dinilai lebih pesat dibandingkan sejumlah negara maju yana menjalankan program serupa.

Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi menyebutkan, dalam waktu 4 tahun program jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah meliputi hampir 80% dari total penduduk Indonesia. Continue reading

Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 31,2% Hingga Mei

perbandingan-asuransi-jiwa-fotolia-770x430Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Jumat tanggal 6 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai pertumbuhan premi asuransi jiwa per Mei tahun ini. Lima bulan pertama 2018 menjadi periode yang cukup manis bagi bisnis asuransi jiwa. Premi yang didapat dari industri asuransi ini meningkat signifikan dari tahun lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp81,13 triliun hingga Mei 2018. Jumlah itu naik 31,19% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Continue reading

Mau Hemat? Begini Nih Caranya

Perencanaan-Keuangan-Finansialku-Perencana-Keuangan-Independen-Konsultasi-Perencanaan-KeuanganHalo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 5 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai bagaimana sih caranya berhemat?

Uang pas-pasan, gaji kurang, baru awal bulan baru gajian uang sudah menipis. Nah lhooo, sound familiar?

kedengarannya seperti problem dari kebanyakan orang Indonesia ya. Ketika kita bicara keuangan bulanan alias cash flow, sebenarnya sangat simple, karena hanya ada 2 komponen besar dari cash flow alias perputaran keuangan bulanan, yaitu pendapatan dan pengeluaran.

Jadi menjadi permasalahan adalah kebanyakan orang pendapatannya alias sumber pendapatannya hanya ada 1 yaitu gaji bulanan, sementara daftar pengeluarannya bisa sampai 2-3 halaman A4. Saking banyaknya itu daftar bulanan sampai-sampai kita sendiri sudah tidak tahu jenis pengeluaran bulanan apa yang kita miliki.

Itulah sebabnya kemudian kita belajar betapa pentingnya untuk kita ikutan berhemat. Permasalahannya penghematan seperti apa sih yang bisa kita lakukan?

Di tulisan sebelumnya sudah dibahas beberapa cara penghematan, nah kali ini kita akan bahas tambahan penghematan apa lagi yang kelihatannya simple tapi bisa kita lakukan sehari-hari. Apa saja itu?

Bawa Makanan Dari Rumah

Bila kita perhatikan, makan siang dan jajan plus camilan sehari-hari memakan porsi yang cukup besar dari pengeluaran bulanan kita dibandingkan dengan makan malam di rumah. Mengapa demikian? Karena makanan yang setiap hari kita beli itu biasanya harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan makanan yang kita masak sendiri sehari-hari.

Oke mari kita buka kartu ya. Sebagai seorang yang pernah punya usaha di bidang makanan saya akan sedikit berbagi trik. Dalam bisnis makanan biasanya keuntungan minimum itu sekitar 50-75% dari harga untuk membuat makanan tersebut, hal ini berlaku untuk makanan yang kita beli dari penjual di pinggir jalan.

Sementara bila kita membeli dari rumah makan, maka keuntungannya minimum 100% bahkan bisa lebih. Apalagi kalau kita makan di mal yang sewanya sudah pasti mahal. Nah, dengan rumus itu, bila kita ambil rata-rata harga jual adalah 100% dari modal membuat makanan mereka, berarti sebenarnya kita membayar 2x lipat alias 100% lebih mahal untuk makanan kita dibandingkan bila kita masak sendiri.

Bisa ditarik kesimpulan, bila kita memasak dan membawa makanan/masakan dari rumah ke kantor, beserta camilannya, maka kita dengan mudah bisa menghemat 25-50% dari biaya makan siang dan cemilan yang selam ini kita keluarkan. Besar kan? makanya bawa makanan dari rumah.

Selain secara biaya juga lebih hemat, kita memasak sendiri makanan kita sehingga kita bisa mengetahui tingkat kebersihan dari masakan kita serta nutrisi dan kesehatan dari masakan kita, misalnya dengan menggunakan sedikit minyak, atau mengganti menggoreng dengan oven dan lain sebagainya.

Berhenti Merokok

Ide ini pasti sangat ditentang bagi kita perokok berat atau kita yang sudah kecanduan dengan kafein. Padahal bila kita hitung secara hati-hati maka kita bisa kaget melihat berapa besar biaya yang bisa kita hemat per bulan dan per tahunnya. Apalagi bila kita seorang perokok berat yang bisa menghabiskan beberapa bungkus rokok per harinya.

Beberapa tahun yang lalu bahkan kita dihebohkan oleh berita melalui media sosial dimana ada seorang kepala keluarga yang berhenti merokok dan uang yang seharusnya dipakai untuk membeli rokok ditabung. Apa yang terjadi kemudian adalah, dalam waktu setahun dengan uang hasil tabungan berhenti merokok si bapak tersebut bisa membeli sebuah sepeda motor baru.

Bisa dibayangkan itu hanya berhenti 1 tahun, bagaimana bisa bertahun-tahun uang kita selama ini merokok dikumpulkan. Dan contoh kasus itu juga si bapak hanya menyimpan uangnya karena hanya dilakukan baru satu tahun, bayangkan bila uangnya kemudian diinvestasikan selama bertahun-tahun? Mungkin si bapak bisa membeli rumah baru. Belum lagi kita bisa menghitung penghematan dari tempat contohnya premi asuransi kita akan turun lebih murah bila kita tidak merokok. So, sudah siap berhenti merokok?

Sumber: finance.detik.com

Dolar AS Sudah Rp 14.450, Apa Strategi Pemerintah?

Pengertian-ekonomi-perusahaanHalo pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 4 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang masih menguat terhadap rupiah. Kemarin pagi, dolar berada pada kisaran Rp14.428. Kemudian, penguatan berlanjut sampai siang hari di mana menembus level Rp14.450.

Mata uang Paman Sam memang masih perkasa. Sudah hampir sepekan, nilai tukar dolar tak jauh dari Rp14.400. Bank Indonesia (BI) menyatakan siap meredan penguatan dolar tersebut. BI akan melakukan intervensu baik di pasar valuta asing (valas) maupun SBN. Pemerintah juga akan menangkal penguatan dolat tersebut. Pemerintah menyiapkan strategi supaya dolar tak terus menerus menguat. Continue reading

Titu (OJK) : Investasilah ke Tempat Yang Benar

ojk1

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diamanati untuk melindungi kepentingan konsumen lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum. Banyak hal yang usdah dilakukan OJK dalam melaksanakan tugas itu. Sosialisasi dan edukasi terkait dengan pengelolaan keuangan yang baik dan sehat kepada masyarakat terus dilakukan, dengan harapan, salah satunya, masyarakat bisa makin bijak dalam berinvestasi dan terhindar dari investasi yang merugikan atau ilegal alias bodong.

Sejatinya, apa saja upaya OJK dalam meredam praktik-praktik investasi ilegal? Berikut penjelasan Kusumaningtuti S. Soetiono, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Petikannya: Continue reading