Author Archives: One Click Insurance

Trik Cerdas Terhindar dari Investasi Bodong

metodeSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 15 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai bagaimana cara untuk terhindar dari investasi bodong. Banyaknya tawaran investasi, beberapa diantaranya menjanjikan hasil keuntungan yang terkesan fantastis yang terkadang membuat emosi bergejolak. Antara ragu dan tergiur dengan beberapa tawaran investasi, apakah kosong atau memang sungguhan.

Beberapa waktu ini banyak investasi bodong yang bermunculan dan terkuak. Berdasarkan data Satuan Tugas Waspada Investasi sampai dengan saat ini terdapat 98 entitas yang dihentikan kegiatan usahanya. Angka kasus tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 80 entitas. Continue reading

Industri Halal Bakal Dorong Perekonomian Indonesia

asuransi-syariah

Halo pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa 14 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang terus mengalami perkembangan. Hal ini tercermin dari terus meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri halal yang udah berkembang dan menjadi gaya hidup (lifestyle). Kondisi ini tentu memberikan pengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Industri halal yang tengah berkembang saat ini mencakup makanan halal, fashion, travelling, transaksi ziswaf serta bisnis lainnya yang terus berkembang dan mendorong perekonomian syariah. Berkembangnya industri halal di Indonesia, sejalan dengan sudah diluncurkannya Komite Nasional Keaungan Syariah (KNKS) pada 2017. Continue reading

Iklim Dunia Usaha Membaik Ditopang Semua Sektor Industri

belanjaSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa 17 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Bank Indonesia (BI) merilis survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Dimana hasil survei yang dilakukan pada kuartal II tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal I 2018.

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada triwulan II 2018, emningkat dari 8,23% pada triwulan I 2018. Peningkatatan kegaitan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT 3,96%). Perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) SKDU yang berada pada fase ekspansi pada triwulan II 2018 dengan indeks sebesar 52,40%. Continue reading

Asuransi Jiwa Unitlink, Sebenarnya Menguntungkan Nasabah atau Tidak?

gambar2Halo para pembaca OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 9 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Asuransi Jiwa Unitlink. Seiring dengan bertumbuhnya kesadaran masyarakat akan asuransi dan banyaknya agen asuransi sekarang ini, penjualan asuransi jiwa unitlink juga semakin bertambah banyak di Indonesia. Lalu apa sebenarnya asuransi jiwa unitlink itu? Apakah asuransi jiwa unitlink menguntungkan?

Perkembangan produk asuransi jiwa di industri asuransi sudah semakin maju dan semakin banyak jenisnya. Dimulai dari asuransi jiwa tradisional yang berupa asuransi jiwa berjangka, lalu berkembang menjadi asuransi jiwa seumur hidup. Tetapi banyak orang tidak cukup puas hanya membeli asuransi jiwa, mereka juga menginginkan suatu produk yang dapat melindungi sekaligus menabung disana. Oleh karena itu, perusahaan asuransi mengeluarkan produk asuransi jiwa dwiguna (endowment), dimana selain terdapat manfaat perlindungan asuransi jiwa, nasabah juga akan memperoleh uang tunai yang dijamin ketika mereka seacra konsisten menabung dalam jangka waktu yang telah disepakati. Continue reading

Fact or Fake: Investasi di Fintech tak Aman?

fintech1_xxl-aHalo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 8 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai keberadaan perusahaan fintech (financial technology) atau tekfin (teknologi finansial) ilegal kian meresahkan karena beroperasi di Indonesia tanpa izin. Tak sedikit konsumen yang terperdaya. Jika konsumen lengah, bisa-bisa data informasi mereka dicolong, sedangkan para penjahatnya bisa seketika menghilang. Padahal, jelas-jelas regulator telah menerbitkan beleid yang tegas mengatur penyelenggaraan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No.77/2016.

Berdasarkan regulasi tersebut, penyelenggara layanan pinjam meminjam uang atau peer-to-peer lending (P2P) wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan ke OJK. Dua tahun sejak diterbitkannya beleid tersebut, masih banyak perusahaan teknologi finansial (tekfin) P2P lending yang tidak mematuhinya. OJK merilis setidaknya ada 227 perusahaan tekfin P2P lending yang beroperasi secara ilegal di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis, sebagian besar tekfin tidak terdaftar atau berizin itu berasal dari China. Sebagian perusahaan tersebut dinyatakan ilegal karena tidak melakukan proses pendaftaran maupun perizinan ke OJK. Ironisnya, temuan ratusan perusahaan tekfin ilegal yang beroperasi itu terjadi di tengah upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai basis ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Tidak adanya identifikasi dan pengawasan kepada perusahaan yang belum resmi terdaftar itu tentunya berpotensi merugikan masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atai Satgas Waspada Investasi menghimbau masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, masyarakat seringkali gagal paham terhadap penawaran layanan P2P lending yang sebenarnya tidak mengantongi bukti tanda terdaftar maupun izin dari OJK.

“Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut, karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, baru-baru ini.

Dia menjelaskan POJK No. 77/2016 mengamanatkan agar penyelenggara P2P lending mendaftarkan diri ke otoritas paling lambat pada akhir 2017. Selepas tenggat itu, pihaknya menemukan fakta masih banyak penyelenggara yang tidak terdaftar dan masih aktif menawarkan jasanya kepada masyarakat.

Pada Februari 2018, jelasnya, satgas berinisiatif memanggil 37 entitas yang masuk kategori ‘peneydia jasa ilegal’ itu. Mereka didorong untuk segera mengikuti prosedur yang ada bila ingin melanjutkan kegiatan usahanya.

“Ternyata setelah itu, memang semakin banyak yang mendaftar sebagai penyedia jasa P2P,” jelasnya.

Namun, hingga Juli 2018, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak penyelenggara P2P lending ilegal. Para penyedia jasa keuangan itu pun dipanggil oleh satgas.

4 LANGKAH

Tongam mengatakan dalam pertemuan kala itu, pihaknya menegaskan empat langkat yang wajib mereka lakukan. Pertama adalah menghentikan seluruh kegiatan usaha. Kedua, menghapus seluruh aplikasi yang tersedia di layanan daring atau online.

Ketiga dan keempat adalah mereka harus menyelesaikan kewajiban dengan nasabah eksis dan mendaftar ke otoritas jika ingin tetap dapat menjalankan usaha P2P lending.

Menurut Tongam, para pelaku jasa keuangan ilegal itu pun berkomitmen untuk melaksanakan arahan satgas tersebut.

Sebagai tindak lanjut, sambung Tongam, pihaknya meminta Badan Reserse Kriminal atau Bareskim Polri untuk meneliti lebih jauh temuan tersebut. “Ini untuk meneliti lebih jauh apakah ada dugaan tindak pidana di sana,” ujarnya.

Tindak lanjut Satgas Waspada Investasi lainnya adalah dengan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir portal, aplikasi dan media sosial yang disediakan 227 perusahaan P2P lending ilegal tersebut.

Permintaan serupa dilayangkan kepada Google. “Kami juga sudah meminta Google untuk take out aplikasi 227 layanan itu, dan itu direspons dengan baik.

Menurutnya, penindakan tegas kepada tekfin ilegal harus dilakukan, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan celah tindak pidana pencurian uang ataupun pendanaan terorisme. Adapun risiko lainnya ialah kemungkinan penyalahgunaan data informasi pengguna.

Tongam menjelaskan sejauh ini ada laporan dari masyarakat terkait dengan penyalahgunaan data tersebut.

“Data dari peminjam yang pinjamannya tidak lancar. Mereka sebenarnya menggunakan data itu untuk meminta kerabat peminjam agar utangnya dilunasi. Sebatas itu saja, tetapi membuat masyarakat tidak nyaman.”

Besarnya jumlah perusahaan tekfin ilegal tidak hanya meresahkan konsumen, tetapi juga membuat para pelaku industri di sektor tersebut merasa ketar-ketir.

Co-Founder sekaligus CEO PT Mitrasusaha Indonesia Group (Modalku) Reynold Wijaya menyatakan bahwa keberadaan tekfin ilegal bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tekfin P2P lending yang ilegal.

“Fintech ilegak harus diberantas. Saya khawatir, kehadiran mereka dapat merusak industri. Namun, kami percayakan semua kepada OJK yang sangat mendukung industri,” kata Reynold.

Hal senada juga disampaikan Co-Founder sekaligus CEO PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Ivan Nikolas Tambunan yang menyatakan bahwa keberadaan tekfin ilegal dapat dipastikan merusak perkembangan indsutri terkait.

Oleh sebab itu, pihaknya mengapresiasi langkah tegas OJK dengan menghentikan kegiatan usaha sejumlah perusahaan tekfin ilegal tersebut. Melalui informasi yang disampaikan OJK, masyarakat semakin teredukasi untuk berurusan hanya dengan tekfin yang sudah terdaftar.

Meski tidak terdampak secara langsung, Ivan menyatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kepercayaan konsumen dengan menjaga kualitas aset dan menekan rasio nonperforming loan (NPL).

Selain itu, pihaknya juga secara aktif menjalin sinergi dengan OJK dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk menggelar edukasi kepada masyarakat tentang layanan tekfin P2P lending.

Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Aji Satria Suleiman mengatakan industri tekfin di dalam negeri sudah dipayungi aturan yang cukup lengkap.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pelaku industri untuk menaati peraturan yang berlaku guna menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan kondisi persaingan usaha yang sehat.

“Prinsipnya, kami mendikung langkah OJK untuk menertibkan supaya persaingan adil dan setara,” ucap Aji.

Pada sisi lain, temuan ratusan tekfin ilegal yang beroperasi di Indonesia membuat perusahaan modal ventura selaku pihak yang seringkali menyuntikkan modal kepada usaha rintisan (startup) teknologi finansial cenderung lebih selektif dalam memberikan suntikan modal.

CEO PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) Eddi Danusaputro mengatakan selalu mengutamakan asas kehati-hatian sebelum memberikan penyertaan modal kepada startup tekfin.

Eddi mengungkapkan persyaratan utama yang harus dipenuhi perusahaan tekfin sebelum mendapatkan permodalan ialah memiliki surat tanda bukti terdaftar maupun izin dari OJK. Perusahaan tekfin terkait jua harus memiliki daya tarik yang besar bagi pengguna.

Kepala Divisi Keuangan, Bendahara dan Operasional MCI Bisma Manda Samsu menambahkan fenomena temuan tekfin ilegal tak membuat pihaknya kapok untuk memberikan penyertaan modal kepada startup tekfin, khususnya di bidang P2P lending. Menurutnya, dukungan akan terus diberikan, selama seluruh persyaratan yang ditetapkan telah terpenuhi.

“Sebagai venture capital, kami terus mendorong inovasi generasi muda khususnya dalam mengembangkan tekfin sebagai sarana untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia,” imbuhnya.

Dia juga berharap agar ke depannya, pelaku industri tekfin bisa menaati seluruh peraturan yang berlaku, sehingga inovasi yang dilakuakn tekfin P2P lending bisa memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.

EKSPANSI CHINA

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Waspada Investasi, lebih dari separuh fintech lending tak berizin itu berasal dari China. Beberapa nama asing itu diantaranya Aku Rupiah (Platform dari Fnsudai Fintech Ltd.), Cinta Rupiah (Li Chen), Duit Instan (Xiehualei), Pinjaman Dana (Xinhe) dan Cash Store (Sanjay Bankar).

Satu pengembang bahkan membuat sejumlah aplikasi dengan nama yang berbeda-beda. Developer tersebut terbukti belum terdaftar di OJK dan tidak memiliki kantor ataupun jajaran direksi di Indonesia.

Tongam L. Tobing mengakui bahwa memang ada dugaan bahwa penyelenggara P2P lending ilegal itu mayoritas datang dari di Negeri Tirai Bambu seiring dengan kian ketatnya regulasi dan persaingan di sektor tersebut.

Para pelaku fintech lending itu pun berlomba untuk memperluas layanan di berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia. “Ini dugaan saja sebenarnya. Namun, fakta yang ada adalah perusahaan dengan platform yang ada di Indonesia itu kebanyakan perusahaan yang berbasis di China,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Bisnis, di layanan Google Play Store masih terdapat sejumlah aplikasi dari P2P lending ilegal, sebagaimana tertuang dalam data Satgas Waspada Investasi. Sejumlah aplikasi itu antara lain Ayo Rupiah, Bambuloan, Bos Tunai, Cash Bon, Tunai Plus dan Rupiah Kita.

Terkait dengan hal itu, Tongam berdalih bahwa pihaknya akan terus memantau layanan-layanan tersebut. Yang jelas, dia menegaskan bahwa seluruh fintech lending tak terdaftar itu sudah menyatakan komitmennya untuk memenuhi arahan satgas, termasuk untuk mendaftarkan diri ke OJK.

Dia menyatakan bahwa pintu pendaftaran masih terbuka lebar bagi para penyedia jasa tersebut. “Prinsipnya mendaftar dahulu, baru kemudian melakukan kegiatan usaha, bukan melakukan baru mendaftar. Ini terbalik dan pelanggaran terhadap peraturan,” tegasnya.

Pengawasan lebih lanjut memang masih menjadi kewajiban bagi regulator dan pemangku kepentingan terkait. Jangan sampai, karena nilai setitik rusak susu sebelangga. Lantaran ulah sebagian penyedia jasa ilegal asing, langkah P2P lending terdaftar dan berizin tersendat.

Sumber: finansial.bisnis.com

5 Strategi Jitu Hidup Hemat di Jakarta dan Dapat Memiliki Tabungan

innovation-lightbulb-chalkboard-shutterstock165062-crop-600x338Jakarta sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan selalu siap menerima warga dari kota lain di Indonesia untuk berbagai keperluan. Mulai dari mencari pekerjaan, kuliah, sekolah, pindah dinas dan lain-lain. Daya tarik jakarta sebagai ibukota Indonesia memang sangat kuat karena berbagai instansi dan perhelatan akbar juga berpusat di tempat ini.

Namun, seperti kota-kota besar pada umumnya, biaya hidup di Jakarta tidaklah murah. Banyak hal kecil yang harys diperhatikan dengan seksama untuk menyelamatkan kondisi keuangan kita. Sesuatu yang terlihat simpel atau sederhana tidak dapat diabaikan begitu saja karena justru sering mengacaukan anggaran. Continue reading

Asuransi Umum Garap Segmen Ritel

What_Exactly_is_an_Insurance_PremiumSelamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan yang sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Senin tanggal 6 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai segmen nasabah ritel asuransi umum yang akan mengimbangi segmen korporasi. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, prospek segmen ritel positif sebab risiko sederhana, terukur dan nilai pertanggungan masih dalam retensi perusahaan asuransi.

Risiko segmen ini banyak diserap dalam retensi penanggung. Akibatnya, profil loss ratio kecil. “Kondisi ini dapat memberikan net premi besar bagi penanggung hingga estimasi profit lebih tinggi pula,” kata Dody, akhir pekan lalu. Continue reading

Unit Link Masih Menjanjikan

keluargaSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Jumat tanngal 3 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang optimistis dengan perolehan dari produk unit link yang masih menjanjikan.

Kepala Bidang Operasional dan Aktuaria Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon meyakini peluang perolehan premi dari produk unit link masih sangat besar, kendati tantangan yang dihadapi juga tidak kalah banyak. Continue reading

Tips Memilih Asuransi Paling Tepat untuk Keluarga

mengenal-asuransi-mikro-dan-manfaatnya-1Selamat pagi pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita dapat menjelaskan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 2 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai pemilihan jenis asuransi yang tepat bagi keluarga bukan perkara yang mudah, sangat penting bagi kita untuk lebih dulu memahami asuransi. Apalagi asuransi merupakan salah satu bentuk proteksi yang paling mudah.

Dengan asuransi, kita bisa memproteksi semua hal yang kita miliki seperti rumah, kendaraan, pendapatan, kesehatan dan tentu saja asuransi jiwa. Dilansir dari TheAsiaparents, berikut cara memilih asuransi yang baik dan tepat. Continue reading

10 Negara Asean Bahas Asuransi Lintas Batas Negara

abc_header-global-opportuniesSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 1 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai negara-negara anggota Asean berkumpul di Bali untuk membahas asuransi lintas batas negara yang akan melindungi masalah kecelakaan di jalan dan perlindungan atas arus barang bekas di kawasan ini.

Pertemuan ini merupakan dialog lanjutan dari Rapat Kelompok Kerja Council of Bureaux (CoB0 ke-4 yang dilaksanakan pada 28-29 September 2017 di Udon Thani, Thailand dan pertemuan tahunan ke-18 dengan Regulator Asuransi Asean pada 20 November 2017 di Vientiane, Laos. Dalam acara ini, akan dilakukan penyusunan rencana penerapan asuransi tanggung jawab pihak ketiga lintas batas untuk mempercepat implementasi Protokol 5 yakni Skema Asean Asuransi Motor Wajib dari Perjanjian Kerangka Kerja ASAeanEAN tentang Fasilitasi Barang dalam Transit (AFAFGIT). Continue reading