Category Archives: Pegadaian

Terdesak, Pinjam Uang Jadi Solusinya?

OJK PEDIASahabat OCI tersayang, pasti pernah mengalami krisis keuangan sehingga tidak ada cara lain selain meminjam uang. Baik kepada Bank, Teman maupun sanak saudara. Sebenarnya bukan keinginan pribadi untuk meminjam uang, akan tetapi situasi dan kondisi yang menyebabkannya.

Perencanaan keuangan bisa saja tidak berjalan sesuai rencana. Meski berbagai cara penghematan dan menabung dilakukan, masih ada saja hal-hal yang sering terjadi seperti pengeluaran tak terduga. Continue reading

Pegadaian Perbesar Porsi Fidusia

pegadaian-header

Selamat pagi Sahabat OCI! Berjumpa kembali di pagi hari yang cerah ini. Semoga kegiatan kita di pagi ini berjalan dengan lancar seperti biasanya. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai PT Pegadaian (Persero) yang berencana memperbesar porsi bisnis fidusia atau jaminan surat berharga kendaraan sebagai salah satu cara diversifikasi bisnis tahun depan.

Riswinandi, Direktur Utama PT Pegadaian mengatakan porsi pembiayaan gadai yang mencapai 95% saat ini akan dikurangi menjadi 90% untuk memperbesar porsi bisnis fidusia dan mikro yang dinilai prospektif. Continue reading

Perkembangan Pegadaian

suku-bunga

Selamat pagi sahabat OCI! berjumpa lagi di pagi yang cerah ini. Semoga kegiatan kita di hari ini tetap berjalan lancar seperti biasanya. Pada ulasan kali ini, OCI akan membahas tentang bagaimana perkembangan pegadaian hingga saat ini.  Sistem pinjam-meminjam berbasis gadai di Indonesia sudah berlangsung cukup lama, baik secara formal maupun informal. Secara informal berlangsung atarindividu dalam masyarakat, secara formal dimulai dengan berdirinya Pegadaian Negara tahun 1901 (sekarang PT Pegadaian (Persero).

Latar belakang pendirian Pegadaian Negara waktu itu adalah untuk mencegah ijon, rentenir, dan pinjaman tidak wajar lainnya serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil. Maka, kehadiran pegadaian di tengah masyarakat waktu itu diharapkan mampu menekan praktik pinjaman tidak wajar yang sangat memberatkan masyarakat. Continue reading