Category Archives: News

Industri Halal Bakal Dorong Perekonomian Indonesia

asuransi-syariah

Halo pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa 14 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang terus mengalami perkembangan. Hal ini tercermin dari terus meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri halal yang udah berkembang dan menjadi gaya hidup (lifestyle). Kondisi ini tentu memberikan pengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Industri halal yang tengah berkembang saat ini mencakup makanan halal, fashion, travelling, transaksi ziswaf serta bisnis lainnya yang terus berkembang dan mendorong perekonomian syariah. Berkembangnya industri halal di Indonesia, sejalan dengan sudah diluncurkannya Komite Nasional Keaungan Syariah (KNKS) pada 2017. Continue reading

Iklim Dunia Usaha Membaik Ditopang Semua Sektor Industri

belanjaSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa 17 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Bank Indonesia (BI) merilis survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Dimana hasil survei yang dilakukan pada kuartal II tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal I 2018.

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada triwulan II 2018, emningkat dari 8,23% pada triwulan I 2018. Peningkatatan kegaitan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT 3,96%). Perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) SKDU yang berada pada fase ekspansi pada triwulan II 2018 dengan indeks sebesar 52,40%. Continue reading

Fact or Fake: Investasi di Fintech tak Aman?

fintech1_xxl-aHalo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 8 Agustus 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai keberadaan perusahaan fintech (financial technology) atau tekfin (teknologi finansial) ilegal kian meresahkan karena beroperasi di Indonesia tanpa izin. Tak sedikit konsumen yang terperdaya. Jika konsumen lengah, bisa-bisa data informasi mereka dicolong, sedangkan para penjahatnya bisa seketika menghilang. Padahal, jelas-jelas regulator telah menerbitkan beleid yang tegas mengatur penyelenggaraan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No.77/2016.

Berdasarkan regulasi tersebut, penyelenggara layanan pinjam meminjam uang atau peer-to-peer lending (P2P) wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan ke OJK. Dua tahun sejak diterbitkannya beleid tersebut, masih banyak perusahaan teknologi finansial (tekfin) P2P lending yang tidak mematuhinya. OJK merilis setidaknya ada 227 perusahaan tekfin P2P lending yang beroperasi secara ilegal di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis, sebagian besar tekfin tidak terdaftar atau berizin itu berasal dari China. Sebagian perusahaan tersebut dinyatakan ilegal karena tidak melakukan proses pendaftaran maupun perizinan ke OJK. Ironisnya, temuan ratusan perusahaan tekfin ilegal yang beroperasi itu terjadi di tengah upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai basis ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Tidak adanya identifikasi dan pengawasan kepada perusahaan yang belum resmi terdaftar itu tentunya berpotensi merugikan masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atai Satgas Waspada Investasi menghimbau masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, masyarakat seringkali gagal paham terhadap penawaran layanan P2P lending yang sebenarnya tidak mengantongi bukti tanda terdaftar maupun izin dari OJK.

“Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut, karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, baru-baru ini.

Dia menjelaskan POJK No. 77/2016 mengamanatkan agar penyelenggara P2P lending mendaftarkan diri ke otoritas paling lambat pada akhir 2017. Selepas tenggat itu, pihaknya menemukan fakta masih banyak penyelenggara yang tidak terdaftar dan masih aktif menawarkan jasanya kepada masyarakat.

Pada Februari 2018, jelasnya, satgas berinisiatif memanggil 37 entitas yang masuk kategori ‘peneydia jasa ilegal’ itu. Mereka didorong untuk segera mengikuti prosedur yang ada bila ingin melanjutkan kegiatan usahanya.

“Ternyata setelah itu, memang semakin banyak yang mendaftar sebagai penyedia jasa P2P,” jelasnya.

Namun, hingga Juli 2018, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak penyelenggara P2P lending ilegal. Para penyedia jasa keuangan itu pun dipanggil oleh satgas.

4 LANGKAH

Tongam mengatakan dalam pertemuan kala itu, pihaknya menegaskan empat langkat yang wajib mereka lakukan. Pertama adalah menghentikan seluruh kegiatan usaha. Kedua, menghapus seluruh aplikasi yang tersedia di layanan daring atau online.

Ketiga dan keempat adalah mereka harus menyelesaikan kewajiban dengan nasabah eksis dan mendaftar ke otoritas jika ingin tetap dapat menjalankan usaha P2P lending.

Menurut Tongam, para pelaku jasa keuangan ilegal itu pun berkomitmen untuk melaksanakan arahan satgas tersebut.

Sebagai tindak lanjut, sambung Tongam, pihaknya meminta Badan Reserse Kriminal atau Bareskim Polri untuk meneliti lebih jauh temuan tersebut. “Ini untuk meneliti lebih jauh apakah ada dugaan tindak pidana di sana,” ujarnya.

Tindak lanjut Satgas Waspada Investasi lainnya adalah dengan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir portal, aplikasi dan media sosial yang disediakan 227 perusahaan P2P lending ilegal tersebut.

Permintaan serupa dilayangkan kepada Google. “Kami juga sudah meminta Google untuk take out aplikasi 227 layanan itu, dan itu direspons dengan baik.

Menurutnya, penindakan tegas kepada tekfin ilegal harus dilakukan, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan celah tindak pidana pencurian uang ataupun pendanaan terorisme. Adapun risiko lainnya ialah kemungkinan penyalahgunaan data informasi pengguna.

Tongam menjelaskan sejauh ini ada laporan dari masyarakat terkait dengan penyalahgunaan data tersebut.

“Data dari peminjam yang pinjamannya tidak lancar. Mereka sebenarnya menggunakan data itu untuk meminta kerabat peminjam agar utangnya dilunasi. Sebatas itu saja, tetapi membuat masyarakat tidak nyaman.”

Besarnya jumlah perusahaan tekfin ilegal tidak hanya meresahkan konsumen, tetapi juga membuat para pelaku industri di sektor tersebut merasa ketar-ketir.

Co-Founder sekaligus CEO PT Mitrasusaha Indonesia Group (Modalku) Reynold Wijaya menyatakan bahwa keberadaan tekfin ilegal bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tekfin P2P lending yang ilegal.

“Fintech ilegak harus diberantas. Saya khawatir, kehadiran mereka dapat merusak industri. Namun, kami percayakan semua kepada OJK yang sangat mendukung industri,” kata Reynold.

Hal senada juga disampaikan Co-Founder sekaligus CEO PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Ivan Nikolas Tambunan yang menyatakan bahwa keberadaan tekfin ilegal dapat dipastikan merusak perkembangan indsutri terkait.

Oleh sebab itu, pihaknya mengapresiasi langkah tegas OJK dengan menghentikan kegiatan usaha sejumlah perusahaan tekfin ilegal tersebut. Melalui informasi yang disampaikan OJK, masyarakat semakin teredukasi untuk berurusan hanya dengan tekfin yang sudah terdaftar.

Meski tidak terdampak secara langsung, Ivan menyatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kepercayaan konsumen dengan menjaga kualitas aset dan menekan rasio nonperforming loan (NPL).

Selain itu, pihaknya juga secara aktif menjalin sinergi dengan OJK dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk menggelar edukasi kepada masyarakat tentang layanan tekfin P2P lending.

Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Aji Satria Suleiman mengatakan industri tekfin di dalam negeri sudah dipayungi aturan yang cukup lengkap.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pelaku industri untuk menaati peraturan yang berlaku guna menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan kondisi persaingan usaha yang sehat.

“Prinsipnya, kami mendikung langkah OJK untuk menertibkan supaya persaingan adil dan setara,” ucap Aji.

Pada sisi lain, temuan ratusan tekfin ilegal yang beroperasi di Indonesia membuat perusahaan modal ventura selaku pihak yang seringkali menyuntikkan modal kepada usaha rintisan (startup) teknologi finansial cenderung lebih selektif dalam memberikan suntikan modal.

CEO PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) Eddi Danusaputro mengatakan selalu mengutamakan asas kehati-hatian sebelum memberikan penyertaan modal kepada startup tekfin.

Eddi mengungkapkan persyaratan utama yang harus dipenuhi perusahaan tekfin sebelum mendapatkan permodalan ialah memiliki surat tanda bukti terdaftar maupun izin dari OJK. Perusahaan tekfin terkait jua harus memiliki daya tarik yang besar bagi pengguna.

Kepala Divisi Keuangan, Bendahara dan Operasional MCI Bisma Manda Samsu menambahkan fenomena temuan tekfin ilegal tak membuat pihaknya kapok untuk memberikan penyertaan modal kepada startup tekfin, khususnya di bidang P2P lending. Menurutnya, dukungan akan terus diberikan, selama seluruh persyaratan yang ditetapkan telah terpenuhi.

“Sebagai venture capital, kami terus mendorong inovasi generasi muda khususnya dalam mengembangkan tekfin sebagai sarana untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia,” imbuhnya.

Dia juga berharap agar ke depannya, pelaku industri tekfin bisa menaati seluruh peraturan yang berlaku, sehingga inovasi yang dilakuakn tekfin P2P lending bisa memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.

EKSPANSI CHINA

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Waspada Investasi, lebih dari separuh fintech lending tak berizin itu berasal dari China. Beberapa nama asing itu diantaranya Aku Rupiah (Platform dari Fnsudai Fintech Ltd.), Cinta Rupiah (Li Chen), Duit Instan (Xiehualei), Pinjaman Dana (Xinhe) dan Cash Store (Sanjay Bankar).

Satu pengembang bahkan membuat sejumlah aplikasi dengan nama yang berbeda-beda. Developer tersebut terbukti belum terdaftar di OJK dan tidak memiliki kantor ataupun jajaran direksi di Indonesia.

Tongam L. Tobing mengakui bahwa memang ada dugaan bahwa penyelenggara P2P lending ilegal itu mayoritas datang dari di Negeri Tirai Bambu seiring dengan kian ketatnya regulasi dan persaingan di sektor tersebut.

Para pelaku fintech lending itu pun berlomba untuk memperluas layanan di berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia. “Ini dugaan saja sebenarnya. Namun, fakta yang ada adalah perusahaan dengan platform yang ada di Indonesia itu kebanyakan perusahaan yang berbasis di China,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Bisnis, di layanan Google Play Store masih terdapat sejumlah aplikasi dari P2P lending ilegal, sebagaimana tertuang dalam data Satgas Waspada Investasi. Sejumlah aplikasi itu antara lain Ayo Rupiah, Bambuloan, Bos Tunai, Cash Bon, Tunai Plus dan Rupiah Kita.

Terkait dengan hal itu, Tongam berdalih bahwa pihaknya akan terus memantau layanan-layanan tersebut. Yang jelas, dia menegaskan bahwa seluruh fintech lending tak terdaftar itu sudah menyatakan komitmennya untuk memenuhi arahan satgas, termasuk untuk mendaftarkan diri ke OJK.

Dia menyatakan bahwa pintu pendaftaran masih terbuka lebar bagi para penyedia jasa tersebut. “Prinsipnya mendaftar dahulu, baru kemudian melakukan kegiatan usaha, bukan melakukan baru mendaftar. Ini terbalik dan pelanggaran terhadap peraturan,” tegasnya.

Pengawasan lebih lanjut memang masih menjadi kewajiban bagi regulator dan pemangku kepentingan terkait. Jangan sampai, karena nilai setitik rusak susu sebelangga. Lantaran ulah sebagian penyedia jasa ilegal asing, langkah P2P lending terdaftar dan berizin tersendat.

Sumber: finansial.bisnis.com

Ini Prediksi Kehidupan dan Bisnis dalam 10 Tahun ke Depan

Pengertian-ekonomi-perusahaanHalo pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa tanggal 31 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai banyaknya fenomena kehidupan dan bisnus yang telah kita jalani hingga saat ini, namun terkadang tidak bisa kita jelaskan atau pahami. Itu pula yang dialami pelaku usaha mapan, yang akhirnya tergerus oleh fenomena disrupsi.

Salah satu akademisi dan guru manajemen di Tanah Air yang mampu menjelaskan dengan bahasa yang lincah soal perubahan itu adalah Rhenald Kasali. Guru Besar Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini sudah banyak dikenal karena ulasannya yang bernas soal disrupsi, fenomena yang mengubah lansekap kehidupan sehari-hari manusia. Continue reading

Ini 5 Langkah Pemerintah Percepat Penurunan Kemiskinan

Warga menyalakan kembang api untuk merayakan malam pergantian tahun baru 2014 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (1/1)Halo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Jumat tanggal 20 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menyiapkan lima strategi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Strategi ini diharapkan dapat mengakselerasi penurunan angka kemiskinan sesuai terget Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 yakni sebesar 8,5%-9,5%. Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan kelima strategi tersebut dilakukan lintas kementerian/lembaga (K/L). Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Continue reading

Makna Peringatan Hari Anak Sedunia Untuk Anak Indonesia

ChildrenHalo Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Senin tanggal 23 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai makna peringatan hari anak sedunia untuk Indonesia. Anak-anak selalu mendapat perhatian khusus dibelahan dunia manapun. Peringatan Hari Anak pun diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia.

Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni, sementara Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November. Di Indoensia sendiri, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Hari Anak Sedunia merupakan hari untuk merayakan dan mempromosikan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Tjuannya untuk menghargai serta menghormati hak-hak yang harus diterima oleh seorang anak. Continue reading

Atasi Defisit, Ini yang Ditunggu BPJS Kesehatan

logo_bpjs_kesehatanHalo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas ktia dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 18 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanti rampungnya revisi Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan sehubungan rencana penggunaan dana bagi hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk menambal defisit.

Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengatakan, perpres itu sejatinya sudah dibahas sejak NOvember 2016. Pada Oktober 2017 selesai dibahas. Namun, pada Januari lalu dibahas kembali karena ada perbaikan pasal mengenai pajak rokok. Kini, kata Bayu, peraturan itu masih ada pada pejabat terkait. Continue reading

Apakah Bekerja Harus Sesuai Passion? Ini Jawabannya

Hallo Sahabat OCI, kembali lagi di hari senin 16 Juli 2018. hari ini OCI ingin mengulas tentang Passion . Setiap orang berharap supaya bisa bekerja sesuai passion yang dimiliki agar bisa lebih menikmati apa yang dikerjakannya. Tapi apa daya, hal ini sangat sulit diwujudkan. Bukan karena skill yang tidak memadai, tapi karena lapangan pekerjaan yang terbatas menghambat keinginan seseorang untuk bekerja sesuai passion nya. Tidak sedikit karyawan mengajukan resign setelah lima tahun bekerja karena merasa tidak nyaman mengerjakan tugas kantor. Sangat disayangkan, apalagi mencari kerja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Inilah alasan mengapa bekerja sesuai passion itu sangat penting.

1. Cepat Menyesuaikan Diri di Tempat Kerja

Karyawan baru tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menyesuaikan diri di tempat kerja. Tapi, hal ini terlihat sangat mudah bila kamu bekerja sesuai passion. Sebab, tidak butuh lama bagimu untuk menyesuaikan diri di tempat kerja yang baru.Tidak hanya cepat akrab dengan rekan kerja, kamu juga akan cepat akrab dengan atasan. Sehingga hubungan kerja dengan pihak internal di kantor lebih harmonis hanya dalam waktu sekejap. Continue reading

Iklim Dunia Usaha Membaik Ditopang Semua Sektor Industri

BISelamat pagi para pembaca setia OCI~ berjumpa kembal di hari Jumat tanggal 13 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Bank Indonesia (BI) yang merilis survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Di mana hasil survei yang dilakukan pada kuartal II tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal I 2018.

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada triwulan II-2018, meningkat dari 8,23% pada triwulan I-2018. Peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT-3,96%). Continue reading

Ini lho 5 Manfaat Nyata Kalau Kamu Mau Puasa Media Sosial, Berani Coba?

sosial media

Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 11 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai manfaat kita ber ‘puasa’ dalam menggunakan media sosial. Apakah kalian pernah merasa lelah dengan dunia maya? Atau kalian merasa bosan dengan kegiatan setiap hari yang hanya terfokus pada media sosial? Itu bisa menjadi tanda bahwa kalian harus mulai puasa medsos lho. Puasa sosial media yaitu berhenti sejenak dari dunia media sosial.

Boleh sekedar sehari, tiga hari, satu minggu atau bahkan satu bulan. Mungkin kalian akan ketinggalan berita terbaru, tapi memangnya kerugian apa yang akan terjadi? Dunia tidak akan berhenti hanya karena kalian tidak bermain medsos kan? Continue reading