Category Archives: Asuransi Syariah

Potensi Keuangan Syariah Masih Sangat Besar

payungSelamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Jumat tanggal 28 September 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai keuangan syariah yang dinilai masih sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan dan diterapkan dalam perekonomian Indonesia. Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah menyebut, potensi keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia.

“Keuangan syariah itu potensinya masih sangat besar tercermin dari potensi syariah di dunia yang sekarang berada di posisi ke-7 dan keuangan syariahnya besar. Posisinya naik dibanding tahun lalu di posisi ke-9,” kata Deden pada Seminar Nasional Infobank “Perilaku Pasar Keuangan Syariah di Tengah Gejala Post Islamisme,” di Shangri-La Hotel Jakarta. Continue reading

Ini Potensi Pasar yang Bisa Mendongkrak Penetrasi Asuransi Syariah

payungSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 27 September 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai penetrasi asuransi syariah hingga saat ini masih belum beranjak di level 5%. Namun, ke depan angka ini bisa tumbuh secara bertahap dengan potensi baru yang bisa digarap.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Ahmad Sya’roni mengatakan, potensi pasar baru yang bisa digarap diantaranya saat ini perkembangan industri halal yang terus mengalami peningkatan dan perlahan telah menjadi bagian dari gaya hidup. Continue reading

Premi Asuransi Jiwa Syariah Melejit 40% Sampai Mei 2018

payung

Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis 19 Juli 2018, pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Bisnis asuransi jiwa syariah di lima bulan pertama tahun ini masih menunjukkan tren positif. Harapannya, bisnis asuransi menunjukkan kinerja terbaik hingga akhir tahun 2018.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Mei 2018, industri asuransi jiwa syariah membukukan premi sebesar Rp5,81 triliun. Jumlah tersebut naik 40,95% dibanding periode Mei 2017 atau secara year on year (yoy). Continue reading

Dorong Perolehan Bisnis Asuransi Syariah, Ini Langkah Asosiasi

payungSelamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Jumat tanggal 13 April 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang menyiapkan sejumlah strategi guna mendorong perolehan kontribusi asuransi syariah.

Ketua Umum AASI Ahmad Sya’rono memaparkan, diantara strategi itu antara lain menjembatani industri asuransi syariah dengan perusahaan teknologi finansial dalam layanan pinjaman langsung tunai untuk distribusi produk asuransi umrah. Continue reading

Asuransi Syariah Belum Jadi Pilihan karena 3 Faktor ini

payungSelamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa tanggal 20 Februari 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai asuransi syariah. Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dalam hal penetrasi produk asuransi syariah. Padahal secara demografi, penduduk muslim Malaysia sebesar 20 juta atau 65%, kalah jauh dibanding Indonesia yang mencapai 222 juta atau 87% dari total penduduk.

Tahun lalu di Malaysia, asuransi umum syariah tumbuh 5,7%, menggungguli pertumbuhan asuransi umum konvensional yang hanya sebesar 2,7%. Continue reading

Bisnis asuransi syariah 2018 diprediksi tumbuh 10%

asuransi-syariah

Selamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 22 November 2017. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai kontribusi atau premi dari industri asuransi syariah semakin bertumbuh. Tingkat penetrasi yang semakin bertambah mengangkat lini bisnis ini.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga kuartal ketiga tahun ini, kontribusi asuransi syariah mencapai Rp 9,56 triliun. Nominal tersebut meningat 8% secara year on year (yoy) sebesar Rp 8,86 triliun. Continue reading

90% Masyarakat Belum Paham Keuangan Syariah

asuransi-syariah

Halo Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 9 November 2017. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Bank Indonesia (BI) mengaku masih banyak masyarakat Indonesia yang belum melek akan kehadiran ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya, masih ada 90 persen masyarakat yang belum paham betul terkait dengan potensi ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Anwar Bashori, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pemangku kepentingan untuk dapat mendorong masyarakat memaksimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Continue reading

Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Atasi Kesenjangan

potensi-ekonomi-syariah

Semangat Pagi, Apa kabar sahabat OCI semua~ Hari ini Rabu, 08 November 2017. OCI akan mengulas tentang sistem ekonomi syariah. Dewasa ini ditengah perkembangan ekonomi berbasis syariah, indoneesia menjadi pangsa pasar yang sangat potensial dengan basis ekonomi syariah.

Bank Indonesia (BI) menilai bahwa sistem ekonomi dan keuangan syariah memiliki perangkat yang berpotensi mengatasi berbagai permasalahan kesenjangan dan distribusi pendapatan. Namun, masih ada beberapa hal yang dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut. Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, sektor keuangan sosial syariah atau dana sosial keagamaan berupa zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF), jika dioptimalkan dapat berfungsi sebagai mesin penggerak baru bagi pembangunan sebuah negara, dari mulai skala regional maupun skala nasional. Dia menjelaskan ZISWAF sebagai bentuk partisipasi aktif sosial masyarakat memiliki potensi untuk mendukung berbagai program nasional yang terkait dengan kepentingan publik. Hanya saja, perannya saat ini masih dianggap belum cukup optimal. “ZISWAF jika dikelola dengan tepat akan dapat berperan aktif dalam mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan, serta pemberdayaan masyarakat secara inklusif. Continue reading

Investasi Asuransi Syariah Tumbuh 16,6%

payungHalo Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai berdasarkan data yang dirilis OJK tentang Statistik IKNB Syariah per Agustus 2017, total investasi industri asuransi syariah tercatat mencapai Rp33,029 triliun atau tumbuh 16,6% bila dibandingkan dengan total investasi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2016, total investasi yang tercatat senilai Rp28,325 triliun.

Kendati jumlah invetasi menunjukkan peningkatan, hal tersebut tidak serta merta turut mengerek hasil investasi. Hasil investasi asuransi syariah pada periode tersebut justru menurun tipis sebesar 0,58% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya. Continue reading

Ini Dia Keuntungan-Keuntungan dari Asuransi Syariah

payung

Semangat Pagi sahabat OCI~~ Hari senin 16 Oktober 2017 OCI akan mengulas mengenai keuntungan memiliki Asuransi Syariah. Industri keuangan syariah mulai hadir di Indonesia sejak periode tahun 1990. Praktek syariah mengedepankan asas saling membantu antar sesama nasabah asuransi dan bukan di tanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi seperti layaknya produk konvensional. Sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) no: 21/DSN-MUI/X/2001, tentang: Pedoman Umum Asuransi Syariah, asuransi syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah. Seperti apakah manfaat lain dari produk asuransi syariah ini? Ulasan berikut ini akan memberikan ulasan detilnya.

Di dalam praktik asuransi syariah, pembagian keuntungan dirasakan lebih adil karena  tidak akan ada pihak yang menerima untung dengan jumlah yang lebih besar dibanding pihak lainnya. Mengapa demikian? Jika di dalam asuransi konvensional menerapkan kontrak jual beli atau biasa disebut tabaduli, asuransi syariah menggunakan kontrak takafuli atau tolong menolong antara nasabah satu dengan nasabah yang lain ketika dalam kesulitan. Jadi di asuransi syariah ada risk sharing. Jika pada asuransi konvensional yang menggunakan akad tabaduli, terjadi jual beli atas risiko yang dipertanggungkan antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Dengan kata lain terjadi transfer risiko (risk transferring) dari nasabah ke perusahaan asuransi.

1. Syariah Memiliki Konsep Tolong Menolong. 

Prinsip tolong menolong dalam asuransi syariah menggunakan konsep donasi, sehingga saat Anda membeli asuransi berbasis syariah, sama artinya dengan Anda mendonasikan sebagian dana untuk membantu nasabah lain yang sedang terkena musibah. Dengan konsep seperti ini tidak ada dana yang hilang selama kita berinvestasi. Pada periode tertentu, semua keuntungan yang diperoleh, akan dibagi secara rata kepada kedua belah pihak sehingga sama-sama merasa nyaman dana aman.

2. Memakai Konsep Risk Transfer, Bukan Risk Sharing, Ini Lebih Adil dan Menguntungkan

Asuransi umum syariah memakai konsep risk sharing, sedangkan di konvensional menggunakan risk transfer sehingga perusahaan asuransi sebagai operator asuransi itu tidak akan mengalami kerugian, karena risiko bukan berada di perusahaan. Manfaat bagi nasabah adalah ada kumpulan dana tabarru-nya (seperti premi kalau di asuransi konvesnional) yang menguntungkan, yang bisa diambil manfaatnya, bila dibandingkan dengan di asuransi umum konvensional. Hal ini yang membuat asuransi umum syariah terasa lebih adil. Continue reading