Daily Archives: July 5, 2018

Mau Hemat? Begini Nih Caranya

Perencanaan-Keuangan-Finansialku-Perencana-Keuangan-Independen-Konsultasi-Perencanaan-KeuanganHalo para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 5 Juli 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai bagaimana sih caranya berhemat?

Uang pas-pasan, gaji kurang, baru awal bulan baru gajian uang sudah menipis. Nah lhooo, sound familiar?

kedengarannya seperti problem dari kebanyakan orang Indonesia ya. Ketika kita bicara keuangan bulanan alias cash flow, sebenarnya sangat simple, karena hanya ada 2 komponen besar dari cash flow alias perputaran keuangan bulanan, yaitu pendapatan dan pengeluaran.

Jadi menjadi permasalahan adalah kebanyakan orang pendapatannya alias sumber pendapatannya hanya ada 1 yaitu gaji bulanan, sementara daftar pengeluarannya bisa sampai 2-3 halaman A4. Saking banyaknya itu daftar bulanan sampai-sampai kita sendiri sudah tidak tahu jenis pengeluaran bulanan apa yang kita miliki.

Itulah sebabnya kemudian kita belajar betapa pentingnya untuk kita ikutan berhemat. Permasalahannya penghematan seperti apa sih yang bisa kita lakukan?

Di tulisan sebelumnya sudah dibahas beberapa cara penghematan, nah kali ini kita akan bahas tambahan penghematan apa lagi yang kelihatannya simple tapi bisa kita lakukan sehari-hari. Apa saja itu?

Bawa Makanan Dari Rumah

Bila kita perhatikan, makan siang dan jajan plus camilan sehari-hari memakan porsi yang cukup besar dari pengeluaran bulanan kita dibandingkan dengan makan malam di rumah. Mengapa demikian? Karena makanan yang setiap hari kita beli itu biasanya harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan makanan yang kita masak sendiri sehari-hari.

Oke mari kita buka kartu ya. Sebagai seorang yang pernah punya usaha di bidang makanan saya akan sedikit berbagi trik. Dalam bisnis makanan biasanya keuntungan minimum itu sekitar 50-75% dari harga untuk membuat makanan tersebut, hal ini berlaku untuk makanan yang kita beli dari penjual di pinggir jalan.

Sementara bila kita membeli dari rumah makan, maka keuntungannya minimum 100% bahkan bisa lebih. Apalagi kalau kita makan di mal yang sewanya sudah pasti mahal. Nah, dengan rumus itu, bila kita ambil rata-rata harga jual adalah 100% dari modal membuat makanan mereka, berarti sebenarnya kita membayar 2x lipat alias 100% lebih mahal untuk makanan kita dibandingkan bila kita masak sendiri.

Bisa ditarik kesimpulan, bila kita memasak dan membawa makanan/masakan dari rumah ke kantor, beserta camilannya, maka kita dengan mudah bisa menghemat 25-50% dari biaya makan siang dan cemilan yang selam ini kita keluarkan. Besar kan? makanya bawa makanan dari rumah.

Selain secara biaya juga lebih hemat, kita memasak sendiri makanan kita sehingga kita bisa mengetahui tingkat kebersihan dari masakan kita serta nutrisi dan kesehatan dari masakan kita, misalnya dengan menggunakan sedikit minyak, atau mengganti menggoreng dengan oven dan lain sebagainya.

Berhenti Merokok

Ide ini pasti sangat ditentang bagi kita perokok berat atau kita yang sudah kecanduan dengan kafein. Padahal bila kita hitung secara hati-hati maka kita bisa kaget melihat berapa besar biaya yang bisa kita hemat per bulan dan per tahunnya. Apalagi bila kita seorang perokok berat yang bisa menghabiskan beberapa bungkus rokok per harinya.

Beberapa tahun yang lalu bahkan kita dihebohkan oleh berita melalui media sosial dimana ada seorang kepala keluarga yang berhenti merokok dan uang yang seharusnya dipakai untuk membeli rokok ditabung. Apa yang terjadi kemudian adalah, dalam waktu setahun dengan uang hasil tabungan berhenti merokok si bapak tersebut bisa membeli sebuah sepeda motor baru.

Bisa dibayangkan itu hanya berhenti 1 tahun, bagaimana bisa bertahun-tahun uang kita selama ini merokok dikumpulkan. Dan contoh kasus itu juga si bapak hanya menyimpan uangnya karena hanya dilakukan baru satu tahun, bayangkan bila uangnya kemudian diinvestasikan selama bertahun-tahun? Mungkin si bapak bisa membeli rumah baru. Belum lagi kita bisa menghitung penghematan dari tempat contohnya premi asuransi kita akan turun lebih murah bila kita tidak merokok. So, sudah siap berhenti merokok?

Sumber: finance.detik.com