Asuransi Swasta Tetap Diburu Meski Ada BPJS Kesehatan

Asuransi Umum

Selamat pagi Sahabat OCI! semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar seperti biasanya. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai minat masyarakat terhadap asuransi umum disaat BPJS sedang marak di kalangan masyarakat. Meski pemerintah telah mempunyai program BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan bagi masyarakat, namun minat akan asuransi kesehatan swasta tetap diminati.

Founder Pasarpolis.com, Cleosant Randing mengatakan, hingga saat ini, asuransi kesehatan masih menjadi favorit masyarakat yang ingin berasuransi.

“Banyak orang bilang, asuransi kesehatan paling populer di pasar polis, padahal sudah ada BPJS Kesehatan,” ujarnya di Jakarta.

Dia menjelaskan, hal ini lantaran sebagian besar masyarakat ingin mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik sehingga perlu asuransi lain selain dari BPJS Kesehatan.

“Misalnya, orang berpikir tidak mau ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati, dia mau ke RS Pondok Indah. Misalnya juga, saya tidak mau tunggu dokter sampai 12 jam, maunya cuma 1 jam. Ini bisa lewat Pasarpolis.com. Masyarakat bisa mendapat proteksi yang lebih tinggi,” kata dia.

Menurut Cleosant, saat ini masyarakat yang memiliki polis asuransi hanya sekitar 2 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan demikian, pangsa pasar asuransi di Indonesia masih sangat terbuka.

“Berdasarkan data yang punya asuransi kurang dari 2 persen. Itu berarti hanya 1 jutaan orang (yang punya asuransi) makanya banyak orang yang belum terproteksi. Dengan adanya kemudahan dari Pasarpolis.com, ini agar masyarakat yang berasuransi dan terproteksi lebih banyak,” tandasnya.

2 comments

  1. Hai One Click

    Menurut anda, apa dampak dengan adanya BPJS bagi industri asuransi?
    Bagaiamana meningkatkan kepemilikan asuransi di Indonesia?

    Thanks :)

    1. Hallo Bambang,
      Seperti yang kita ketahui kondisi perasuransian di Indonesia masih minimnya pengetahuan masyrakat mengenai Literasi keuangan khususnya asuransi.
      Dampak dengan adanya BPJS di Industri tanah air ada 2 yaitu yang pertama adalah dampak kepada industri asuransi bahwa harga premi yang ditawarkan terbilang terjangkau (murah) sehingga para pelaku industri asuransi harus bersaing memberikan harga yang kompetitif namun memiliki manfaat yang menguntungkan, maka semenjak awal tahun 2015 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mensosialisasikan program asuransi mikro kepada masyarakat.

      Dampak kedua yaitu kepada masyarakat, dampak yang diberikan adalah dampak positif yang menciptakan masyarakat lebih bijak dan sadar berasuransi dengan program asuransi BPJS Pemerintah. Namun program ini harus dengan dukungan dari para pelaku industri asuransi untuk mengedukasi dan mensosialisasikan Edukasi dan Literasi jasa keuangan.

      Seperti yang dijelaskan pada dampak kedua diatas, yaitu cara yang paling efektif untuk meningkatkan kepemilikan asuransi di Indonesia dengan mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai manfaat Asuransi, karena bila masyarakat telah memahami manfaat asuransi dalam kehidupan sehari-hari. Maka masyrakat akan secara langsung mencari produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan tanpa repot – repot para marketing harus menawarkan produk asuransi.

      Salam OCI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>