Pentingnya Sikap Cermat Terhadap Kontrak Asuransi Kesehatan

Melek Perbankan

Selamat pagi Sahabat OCI! semoga kegiatan kita di akhir pekan ini berjalan lancar seperti biasanya. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas bagaimana menghindari masalah keuangan akibat ikut asuransi. Agen asuransi Nexus Grup, menyarankan nasabah untuk benar-benar memahami apa yang tercantum dan apa yang tidak dalam polis sebelum membubuhkan tanda tangan.

Terutama untuk mereka yang bekerja di Dubai atau Uni Emirat Arab. Meskipun Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) telah mewajibkan asuransi kesehatan dasar yang harus disediakan perusahaan, tetapi asuransi tersebut tidak termasuk beberapa bentuk perawatan pencegahan, seperti pemeriksaan kanker, serta pengobatan untuk cacat bawaan.

“DHA telah mengambil langkah penting untuk memastikan karyawan di Dubai memiliki akses ke perawatan medis dasar, tetapi warga harus tahu bahwa ini tidak meliputi segalanya,” ujar Nathalie Youwakim dari Nexus Group, seperti dikutip dari Emirates 247.

“Misalnya, prosedur rekonstruksi atau operasi plastik hanya ditanggung setelah terjadi kecelakaan, atau jika dianggap perlu secara medis oleh penyedia asuransi,” tambahnya.

Nathalie menjelaskan jika orang tua tinggal di Dubai memiliki anak yang lahir dengan cacat bawaan, pengobatan terhadap kondisi itu, terlepas dari apakah mengancam kehidupan atau tidak, akan masuk dalam daftar pengecualian pertanggungan.

“Manfaat yang dikecualikan lainnya termasuk perawatan gigi, perawatan optik, dan pengobatan masalah kesuburan. Tentu saja, semua ini adalah manfaat yang bisa ditambahkan atau dimasukkan dalam skema asuransi, tergantung pada kebijakan perusahaan dan sponsor untuk melakukannya.”

Manfaat lain yang bersifat pencegahan yang dikecualikan dalam pertanggungan dasar antara lain pemeriksaan rutin untuk diabetes setelah usia 30 tahun untuk masyarakat umum dan setelah usia 18 tahun untuk individu yang berisiko tinggi, perawatan pencegahan untuk penyakit jantung atau kanker.

Sebenarnya, lanjut Nathalie, manfaat-manfaat tersebut bisa menjadi bagian dari paket kesehatan tambahan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Bahkan jika seseorang membeli asuransi untuk penyakit kritis, bisa menjadi suatu masalah jika pemegang asuransi ternyata didiagnosis dengan penyakit lain.

Sumber : dream.co.id

2 comments

  1. Hai One Click

    Menarik membaca ulasan diatas, bahwa banyak masyarakat yang belum memahami penuh isi polis namun sudah membubuhkan tanda tangan pada polis tersebut. Menurut one click :
    1. Apakah bahasa polis merupakan bahasa yang dibuat untuk sulit dimengerti?
    2. Bagaimana cara meningkatkan kesadaran agar masyarakat mau untuk memahami isi polis?
    3. Atau ada opini tersendiri mengenai isue di postinga atas?

    Thanks :)

    1. Hallo Bambang, Apa kabar?

      Tidak seperti itu, bahasa polis wajib dibuat secara jelas dan mudah dimengerti.

      Berdasarkan keputusan Menteri Keuangan(KMK) No. 422/KMK.06/2003 Bab‐III tentang ”Polis” mulai pasal 7–18 menyebutkan:

      Pasal‐9,menyebutkan bahwa:’Polis asuransi harus dicetak dengan jelas, sehingga dapat dibaca dengan mudah dan dimengerti baik langsung maupun tidak langsung oleh pemegang polis dan atau tertanggung’;

      Pasal‐11 menyebutkan bahwa:

      (1) Apabila dalam polis asuransi terdapat perumusan yang dapat ditafsirkan sebagai pengecualian atau pembatasan penyebab risiko yang ditutup berdasarkan polis asuransi yang bersangkutan, bagian………

      (2) Apabila……ditafsirkan sebagai pengurangan, pembatasan, atau pembebasan kewajiban penanggung , bagian perumusan dimaksud harus ditulis atau dicetak sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah diketahui adanya pengecualian, pengurangan, pembatasan, atau pembebasan penangung tersebut’

      Bahasa maupun tata letak dari tulisan ‐ tulisan yang dicantumkan dalam polis harus mudah dimengerti dan tidak menyesatkan pemegang polis atau konsumen.

      Maka sebagai perusahaan Asuransi yang sehat akan menerapkan kebijakan pemerintah dalam menjalankan program perlindungan konsumen.

      Diluar menetapkan peraturan kepada perusahaan asuransi khususnya pialang maupun agen untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam mempersiapkan materi untuk menjelaskan secara lengkap dan jelas kepada masyrakat, perusahaan bahkan pemerintah juga harus mengimbangi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk ikut berinisiatif dalam memahami isi polis yang hendak di tanda tangani.

      Berdasarkan dari artikel diatas jelas bahwa masih tidak jarang ada agen bahkan masyarakat kurang sadar atas pentingnya memberi pemahaman dan memahami isi polis agar tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari.

      Salam OCI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>