Pemerintah Diminta Lebih Peduli kepada Pengusaha UKM

Liputan6.com – Selasa. 11 Februari 2014 mengeluarkan berita mengenai sektor Usaha Kecil  dan Menengah (UKM). UKM berperan besar dalam perekonomian nasional yang bisa dilihat dari total  sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih besar dari sektor usaha besar. Berikut adalah liputan dari Liputan6.com mengenai permintaan para pengusaha UKM kepada pemerintah agar lebih peduli:

Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dinilai menjadi sektor terpenting dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. 

Selain mampu menyelamatkan negera ini dari keterpurukan krisis ekonomi, sektor UKM juga merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di mana sebanyak 97% tenaga kerja Indonesia bekerja pada sektor ini.

Namun sayang, sektor UKM justru kurang mendapatkan perhatian dari dunia perbankan. Terbukti, dari 52 juta rakyat Indonesia yang berusaha di sektor UMKM, baru 25% saja yang bisa mengakses ke lembaga keuangan.

“Selebihnya masih sangat menggantungkan modal sendiri. Bahkan, cukup banyak dari mereka yang menggantungkan modal dari rentenir. Walaupun beban bunganya jauh lebih besar dari bank,” ujar Tokoh Muda Muslim Banyuwangi-Bali Romi Basarah di Jakarta seperti ditulis Selasa (11/2/2014).

Dia menilai, sebagai penyumbang terbesar atau sekitar 60% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sektor UKM hanya menguasai 40% PDB.

Sedangkan sektor usaha besar yang jumlahnya hanya 0,2 % telah menguasai sekitar 60% dari PDB. Padahal sumbangan mereka terhadap PDB tidak lebih dari 40%.

“Struktur ekonomi piramida terbalik ini akan sangat rapuh jika diterjang gelombang tsunami krisis ekonomi terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Ketika badai moneter menghantam para konglomerat itu, maka rontoklah bangunan perekonomian nasional,” lanjutnya.

Romi mencontohkan, sektor UKM di Bali, yang merupakan wilayah terbuka dan mempunyai potensi besar terhadap pengembangan usaha namun sayangnya tidak didukung oleh lembaga keuangan tidak secara nyata membuka krannya untuk UKM, padahal UKM di Bali adalah motor penggerak perekonomian Bali yang berbasis pariwisata.

“UKM di Bali ini merupakan penghasil sekaligus penghemat devisa, mampu menyerap tenaga kerja secara besar, penyumbang PDRB secra signifikans, dan menyerap bahan baku yang dihasilkan dari lokal,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya sektor-sektor ekonomi lain di Bali seperti agribisnis atau pertanian, industri kecil atau kerajinan, dan jasa pariwisata juga belum banyak yang tersentuh oleh perbankan karena dianggap para pelaku usaha ini sulit mendapatkan agunan yang sesuai ketentuan bank.

Oleh sebab itu, jika UKM tidak diberikan peluang untuk memiliki akses ke bank-bank umum, maka seharusnya lembaga keuangan berskala mikro, mulai dari BPR, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Pasar atau lembaga mikro lainnya memiliki peran yang lebih aktif untuk membiayai sektor UKM ini. (Dny/Nrm)

Sektor Usaha Kecil  dan Menengah (UKM) di Indonesia masih memerlukan bantuan lembaga keuangan yang berskala Mikro untuk pengembangan usaha, namun kurangnya pengetahuan pengusaha mikro/UKM mengenai lembaga keuangan telah menyulitkan para pengusaha mikro/UKM dalam mengelola keuangan.

Dengan adanya pemberitaan tersebut lembaga-lembaga keuangan Indonesia seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak tinggal diam, sejak tahun 2013 lalu OJK telah menerbitkan buku mengenai Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang berisi mengenai hasil penelitian Kondisi Indonesia, Survei, Strategi, hingga Rencana Kegiatan dalam mensosialisasikan Literasi Keuangan Indonesia.

Tidak hanya sampai disitu Otoritas Jasa Keuangan Indonesia bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam waktu dekat ini akan mengadakan Pameran Sosialisasi Literasi Keuangan disektor Asuransi Jiwa dibeberapa daerah di Indonesia. Kegiatan ini sebagai edukasi dan sosialiasi Literasi Keuangan yang diselenggarakan oleh OJK untuk meningkatkan kesadaran masayarakat akan produk dan jasa keuangan

Maka diharapkan dengan adanya kegiatan Literasi Keuangan di Masyarakat khususnya pengusaha mikro/ UKM dapat menjadi batu loncatan bagi para pengusaha mikro/ UKM untuk bertahan dalam segala kondisi pergerakan keuangan nasional.

Sumber: Pemerintah Diminta Lebih Peduli kepada Pengusaha UKM  - Liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>