Hingga Desember 2013, OJK Terima 1.000 Pengaduan

Sahabat OCI, kita tahu bahwa pelayanan yang baik kepada konsumen adalah kunci perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Melihat persaingan pada setiap industri yang cukup ketat membuat pada pelaku industri berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Khususnya pada industri persasuransian, begitu banyak perusahaan jasa keuangan tersebut yang tidak hanya memberikan premi “murah” namun harus dibaluti dengan pelayanan yang maksimal bagi konsumen. Hal ini diharapkan memjadi lampu hijau bagi perusahaan untuk tetap bertahan di industri tersebut. Berikut adalah pernyataan dari Pakar pemasaran dari Markplus, Hermawan Kartajaya kepada Direktur Literasi dan Edukasi Otoritas Jasa Keuangan, Agus Sugiarto, perihal 1.000 pengaduan kepada OJK per kahir Desember 2013 lalu:

OJK

Sumber: www.ojk.go.id

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Literasi dan Edukasi Otoritas Jasa Keuangan, Agus Sugiarto mengatakan, hingga Desember 2013 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima 1.000 pengaduan. Namun ia mengaku tidak dapat mengungkapkan kasus apa saja yang diadukan masyarakat. “Itu di bagian pengaduan, tapi semuanya sedang kami tindaklanjuti,” katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 14 April 2014.

Penindaklanjutan ini, kata Agus, adalah usaha OJK untuk ikut melindungi konsumen industri jasa keuangan. (Baca juga: Lemah, Pengawasan Investasi Bodong)

Pakar pemasaran dari Markplus, Hermawan Kartajaya, mengatakan perlindungan konsumen sudah seharusnya masuk ke dalam program pelayanan. Untuk melampaui ekspektasi konsumen, perlindungan konsumen harus diikutsertakan dalam syarat kepuasan konsumen. “Namanya jangan customer service lagi, tapi customer care,” kata dia.

Dengan melayani konsumen hingga tingkat ‘care’, kata Hermawan, akan membuat perusahaan dipercaya oleh konsumen. “Dan akan membuktikan apakah perusahaan ini adalah citizen yang baik, menjalankan aturan pemerintah atau tidak,” kata dia. Untuk itu, perusahaan harus menganggap konsumen sebagai teman baik. “We have to taking care the customer as a true friend,” kata dia. (Lihat juga: OJK: Produk Asuransi Paling Banyak Dikeluhkan)

Pentingnya perlindungan konsumen ini, membuat Indonesia Marketing Association (IMA) mengajukan usulan kepada OJK terkait dengan hal tersebut. IMA mengajukan usulan panduan dan etika pemasaran produk di industri jasa keuangan. Termasuk panduan pemasaran industri jasa keuangan. Usulan ini, diharapkan bisa dipertimbangkan OJK untuk membuat peraturan dalam aspek pemasaran ihwal perlindungan konsumen.

Sumber: Yahoo! News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>