Menabung Biasa atau Menabung di Asuransi?

INVESTASISelamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarny hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas pada hari ini dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 20 April 2017. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai “menabung” di asuransi. Seringkali terdengar keluhan dari para nasabah asuransi yang hendak menarik uang yang telah disetorkan, bahwa ternyata jumlah yang dapat ditarik tidak sama dengan jumlah uang yang disetorkan bahkan jauh dibawah itu. Apakah ini berarti penipuan? Mungkin kita juga bertanya-tanya ataupun pernah mengalami hal serupa dan kemudian kapok?

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kesalahpahaman. Saat ditawarkan produk asuransi, terkadang nasabah dijanjikan bahwa: sama saja menabung di bank dan menabung di asuransi, hanya saja di asuransi kita dapat tambahan perlindungan jiwa/kesehatan, sedangkan menabung di Bank tidak dapat manfaat tambahan selain menyimpan uang (bunganya pun kecil sekali). Benarkah demikian?

Menabung menurut arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menyimpan uang. Yang namanya menyimpan, tentu kapanpun ingin mengambil simpanan, jumlahnya sama dengan total jumlah uang yang disimpan. Jika menabung di Bank, uang simpanan kita akan terpotong dengan biaya administrasi yang berbeda-beda setiap Bank. Ada juga bunganya, ada pajak yang akan memotong uang kita, namun pokok dana kita akan ditambahkan dengan bunga deposito.

Berbeda dengan asuransi, apalagi asuransi yang mengklaim memiliki beberapa solusi dalam satu produk. Ingat, asuransi adalah perlindungan dari segala kejadian yang tidak pasti, yang akan berakitbat ke kondisi keuangan Kita. Jadi asuransi adalah sebagai perlindungan. Apabila terjadi risiko, maka asuransi akan memberikan ganti rugi, sesuai dengan yang tertera di perjanjian yaitu di buku polis. Risiko apa? Risiko yang dimaksud misalnya sakit hingga dirawat inap, kecelakaan, bahkan meninggal. Seluruh syarat dan ketentuan dapat dibaca di buku polis.

Prinsip dasar asuransi adalah itikad baik. Nasabah membeli perlindungan untuk berjaga-jaga, namun sama sekali tidak mengharapkan risiko terjadi. Contohnya begini, meskipun jika Kita dirawat di rumah sakit biayanya sudah di-cover seluruhnya oleh asuransi (baik dari kantor ataupun Kita beli sendiri), apakah kita menginginkan sakit hingga harus dirawat inap? Tentu saja tidak, sama sekali tidak. Lebih baik sehat-sehat selalu. Namun dengan memiliki asuransi, Kita mendapatkan ketenangan hati. Apabila kemungkinan terburuk Kita harus dirawat inap, Kita tidak perlu risau memikirkan biayanya.

Maka dari itu frasa ‘menabung di asuransi’ merupakan sebuah kesalahpahaman, dan juga salah paham apabila Kita berpikir ikut asuransi pasti untung, atau sudah tahun ke sekian, apakah asuransi saya sudah untung? Prinsip mencari keuntungan bisa diterapkan ketika Kita berinvestasi di produk-produk investasi. Tentu saja, setiap investasi mengandung risiko yang datang ‘sepaket’ dengan imbal hasil atau return-nya. Jika Kita mencari keuntungan di produk yang menyediakan perlindungan, tentu saja tidak cocok antara tujuan keuangan dan produknya.

Saat ini banyak produk asuransi yang juga merangkap sebagai produk investasi. Ketika produknya adalah asuransi dan investasi, lalu bagaimana bisa Kita mengharapkan skemanya seperti tabungan? Disini sebagai nasabah Kita harus kritis kepada orang yang menjual. Mintalah penjelasan yang rinci bagaimana uang Kita nantinya akan dipakai untuk membiayai asuransi (karena perusahaan asuransi tentu butuh premi) dan bagaimana akan dikelola untuk investasi dan penjelasan apa yang dimaksud tabungan di skema tersebut. Sudah jelas apabila Kita masuk ke produk investasi, pasti akan ada risikonya, sangat berbeda dengan tabungan yang sifatnya adalah simpanan dimana hampir tidak ada risiko.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa Kita tanyakan apabila Kita menerima tawaran produk asuransi dan mendengar kata-kata tabungan, asuransi dan investasi dalam satu produk: Apakah fitur-fitur yang dimiliki tabungan juga ada di asuransi yang ditawarkan? Apakah jika sewaktu-waktu dana ingin ditarik, sesuaikah dengan jumlah yang disetor? Biaya-biaya apa saja yang akan memotong uang Kita? Apa yang terjadi jika Kita ingin menarik dana saya sebelum waktunya bebas premi? Bagaimana uang kita akan dikelola dalam unit investasinya dan berapa premi asuransi yang kita bayar? Risiko terpahit apa yang yang mungkin dan pernah terjadi, dan bagaimana perusahaan mengatasinya? Jika penjual tidak bisa menjelaskan, atau setelah dijelaskan Kita merasa tidak mengerti/masih janggal, lebih baik lupakan saja. Cari informasi objektif sebanyak-banyaknya melalui media dan sumber yang kredibel.

Selalu cocokkan produk keuangan dengan tujuan Kita. Butuh perlindungan, beli asuransi. Ingin keuntungan/ingin uang berkembang dalam jangka waktu menengah panjang, berinvestasilah. Ingin menyimpan uang dengan aman, gunakan tabungan/deposito. Selain itu, bandingkan satu produk dengan produk lainnya. Uang kita adalah kuasa kita, hak kita, hasil kerja keras kita. Kita punya hak untuk menentukan, membandingkan dan memilih produk keuangan yang terbaik.

Satu lagi, hindari membeli produk yang tida Kita mengerti melalui telepon. Penawaran melalui telepon amat riskan dari sisi konsumen/nasabah karena situasi saat menerima telepon bisa jadi bukan situasi yang tenang dimana kita bisa berpikir jernih. Katakan ‘tidak’ atau ‘batalkan’ atau ‘saya tidak tertarik’ dengan jelas, karena pembicaraan telepon penawaran produk yang resmi akan direkam.

Selalu jadilah smart consumer dan smart investor. Belajar asuransi, waris, mengatur keuangan dan investasi yang baik dan benar.

Sumber: finance.detik.com

2 comments

    1. Selamat Pagi,

      Semoga bermanfaat.

      silahkan selalu kunjungi website dan blog kami untuk mendapatkan berita update setiap hari .

      terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>