Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Atasi Kesenjangan

potensi-ekonomi-syariah

Semangat Pagi, Apa kabar sahabat OCI semua~ Hari ini Rabu, 08 November 2017. OCI akan mengulas tentang sistem ekonomi syariah. Dewasa ini ditengah perkembangan ekonomi berbasis syariah, indoneesia menjadi pangsa pasar yang sangat potensial dengan basis ekonomi syariah.

Bank Indonesia (BI) menilai bahwa sistem ekonomi dan keuangan syariah memiliki perangkat yang berpotensi mengatasi berbagai permasalahan kesenjangan dan distribusi pendapatan. Namun, masih ada beberapa hal yang dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut. Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, sektor keuangan sosial syariah atau dana sosial keagamaan berupa zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF), jika dioptimalkan dapat berfungsi sebagai mesin penggerak baru bagi pembangunan sebuah negara, dari mulai skala regional maupun skala nasional. Dia menjelaskan ZISWAF sebagai bentuk partisipasi aktif sosial masyarakat memiliki potensi untuk mendukung berbagai program nasional yang terkait dengan kepentingan publik. Hanya saja, perannya saat ini masih dianggap belum cukup optimal. “ZISWAF jika dikelola dengan tepat akan dapat berperan aktif dalam mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan, serta pemberdayaan masyarakat secara inklusif.

Berdasarkan studi World Bank pada tahun 2016 memperlihatkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang harus memperhatikan masalah kesenjangan secara lebih baik lagi. Hal ini tampak dari Gini Rasio Indonesia yang masih cukup tinggi yaitu mencapai 0,393 pada Maret 2017. Selain sektor ZISWAF, tambah dia, ekonomi syariah nasional juga memiliki potensi sumber daya insani yang besar. Indonesia memiliki begitu banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya yang tersebar di berbagai wilayah. Meskipun praktik ZISWAF masih kurang maksimal, Rosmaya menilai pengoptimalan sektor keuangan syariah dapat mendorong perbaikan sumber daya manusianya. Di sisi lain masyarakat dengan tingkat ekonomi kecil juga akan merasakan manfaatnya secara signifikan.

Selain sektor ZISWAF, tambah dia, ekonomi syariah nasional juga memiliki potensi sumber daya insani yang besar. Indonesia memiliki begitu banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya yang tersebar di berbagai wilayah. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat 19.331 pondok pesantren di Indonesia yang jika dioptimalkan dapat menjadi potensi sumber daya insani sebagai para pelaku, pendidik dan penggiat ekonomi syariah yang handal karena kegiatan ekonomi pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam melibatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya hingga ke unit ekonomi yang terkecil.

Semoga Bermanfaat ya sahabat OCI ~~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>