Bank Dunia: Saat ini tepat investasi di RI

Pengertian-ekonomi-perusahaan

Selamat pagi Sahabat OCI~ Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa tanggal 14 November 2017. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai usaha pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi di dalam negeri mendapat pengakuan dunia. Dengan perbaikan itu, banyak pihak meyakini laju investasi Indonesia akan semakin besar.

Selain itu, Bank Dunia juga mengakui pencapaian Indonesia dalam perbaikan iklim investasi. Perbaikan regulasi pemerintah berhasil mendongkrak peringkat Indonesia dalam Ease of Doing Business (EoDB). Oleh karena itu, dengan iklim investasi kondusif dan pertumbuhan ekonomu diatas 5%, Rodrigo Chaves, World Bank Indonesia Country Director menekankan, bahwa saat ini merupakan periode tepat bagi investor untuk menanam modal di Indonesia.

Apalagi Indonesia pada 2030 diperkirakan akan menjadi negara ekonomi terbesar di dunia, memiliki 135 juta kelas konsumsi, dan memiliki 180 juta penduduk pada usia produktif. “Apalagi, saat ini proyek infrastruktur sedang digalakkan dan banyak insentif bagi investor,” papar Rodigo.

World Bank juga melihat, Pemerintah Indonesia saat ini serius dalam reformasi fiskal dan hukum. Kebijakan pemerintah menanggulangi korupsi juga terus digencarkan. Disisi lain, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga tinggi. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi investor menunda berinvestasi di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Hubungan Internasional dna Investasi Shinta Widjaja Kamdani sepakat dengan penilaian Bank Dunia tersebut. Menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia dengan banyaknya potensi proyek yang harus dikembangkan.

“Terutama infrastruktur. Oleh karena itu sangat penting pemerintah memperhatikan dengan serius kemudahan bagi para investor terutama berkaitan dengan regulasi, perizinan, pajak, tenaga kerja dan lain-lain,” jelas Shinta.

Wakit Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Benny Soetrisno juga sepakat dengan penilaian ini. Namun, ia tak menampak bahwa investasi langsung asing di Indonesia masih kecil. Tidak sebanyak China yang rangking EoDB-nya lebih rendah dari Indonesia. Oleh karena itu, tugas pemerintah untuk memperbaiki permasalahan yang masih menghambat minat investor asing untuk tanam modal di Indonesia.

Sumber: nasional.kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>