Asuransi menambah porsi di pasar saham

??????????????

Semangat Pagi Sahabat OCI, Kembali lagi di hari senin 15 Januari 2018. Hari yang bisa menjadi awal dari list resolusi 2018 yang sudah sahabat OCI rencanakan. Ayo semangat, dan wujudkan semua resolusi di tahun ini.

Hari ini OCI akan mengulas mengenai dana kelolaan perusahaan asuransi yang memiliki porsi cukup besar dalam investasi di pasar saham. Demi memaksimalkan dana kelolaanya perusahaan asurasi jiwa cukup agresif menanamkan investasinya di bursa saham indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2017, porsi investasi perusahaan asuransi di pasar saham lebih tinggi dibandingkan investasi setahun lalu. Pada Februari 2017, nilai total investasi perusahaan asuransi di pasar saham mencapai Rp174.85 Triliun. Jumlah ini tumbuh 19.45% dibandingkan posisi Februari 2016.

Jenis perusahaan asuransi yang paling agresif masuk pasar saham adalah perusahaan asuransi jiwa. Pada Februari 2016, nilai investasi asuransi jiwa di pasar modal sekitar Rp 86 triliun, setara 29.85% dari total investasi perusahaan asuransi jiwa. Nah, Pada Februari 2017, nilai investasi asuransi jiwa di pasar saham mencapai Rp 113 triliun atau 32.3% terhadap total investasi perusahaan asuransi jiwa. Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital, menilai perkembangan asuransi dan dana pensiun di pasar saham sudah mulai terlihat. Tapi nilai investasinya masih rendah dibanding total kapitalisasi Bursa Efek Indonesia(BEI) yang mencapai Rp 6.171 triliun. Perusahaan asuransi memiliki peluang cukup besar untuk masuk pasar saham, ini lantaran dana asuransi memiliki prospek jangka panjang “Pengaruh asuransi ke iHSG akan cukup besar dan dalam jangka panjang” kata Alfred.

Efek domino
Masuknya asuransi secara masif akan berefek domino bagi pasar saham. Sebab, para trader bakal mengekor asuransi untuk masuk ke pasar saham. Bagi asuransi, pilihan untuk masuk pasar saham merupakan opsi yang cukup baik, karena saham memiliki imbal hasil (return) tinggi, meski risikonya juga cukup besar (high risk high return). Dalam 20 tahun terakhir, return di pasar modal bisa mencapai angka 16% per tahun. Apalagi, kondisi perekonomian Indonesia sudah cukup solid. Di saat yang sama, asuransi perlu memperbesar porsi saham lantaran return dari surat utang cenderung rendah. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menambahkan, dengan membesarnya porsi investasi asuransi ke pasar saham, maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menanjak. Dengan dukungan asuransi, IHSG berpeluang naik hingga menembus level 6.000. ”Dana pensiun dan asuransi bisa menjadi backbone pasar modal karena horizon dana pensiun dan asuransi jiwa pan-jang,” kata Hans. Dana pensiun, misalnya, yang memiliki horizon investasi hingga 20 tahun. Ini bisa memperkuat IHSG dalam jangka panjang. Menurut Hans, dengan karakter investasi perusahaan asuransi yang berorientasi jangka panjang, maka portofolio pilihannya adalah saham blue chipyang berkapitalisasi besar.

Dari pemaparan diatas tentu sahabat OCI akan semakin yakin untuk membeli asuransi terutama asuransi jiwa Reliance Life. Ayo sahabat OCI silahkan bertanya kepada kami tentang produk dan manfaat asuransi yang ada di reliance life. Hubungi Customer Care kami di : 021-5790-5207 atau kunjungi kami di http://reliance-life.com

Semoga Apa yang kami ulas selalu bermanfaat bagi sahabat OCI semua.

Terima Kasih sudah berkunjung !

Sumber :http://investasi.kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>