Begini Prospek Industri Asuransi Jiwa dalam Lima Tahun Ke Depan

perbandingan-asuransi-jiwa-fotolia-770x430

Halo Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 21 Februari 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai industri asuransi yang dinilai masih akan mampu bertumbuh di kisaran 10%-30% bahkan lebih dalam lima tahun ke depan. Peningkatan penetrasi pun dinilai menjadi kunci untuk terus menjaga pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatkaan sejauh ini pasar asuransi Indonesia masih sangat potensial.“Saya yakin 5 tahun ke depan, industri tetap growing, harusnya bisa 10%-40%, atau 50%,” ungkapnya di sela-sela seminar bertajuk Navigating the Changing Insurance Landscape, yang diselenggarakan oleh Swiss Re dan Indonesia Re.

Hendrisman menjelaskan sejauh ini penetrasi industri asuransi jiwa masih kecil, kendati perolehan premi terus berkembang. Dia mencontohkan data Swiss Re pada 2012 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan ke-74 dari sisi penetrasi.

Padahal, pada saat yang sama Indonesia menduduki posisi ke-34 dari sisi nominal pendapatan premi. “Penetrasi asuransi jiwa baru sekitar 1,8%. Densitas juga masih kecil,” ungkapnya.

Menurut Hendrisman, jika Indonesia bisa sedikit saja meningkatka penetrasi, maka pertumbuhan pendapatan premi bisa melesat secara signifikan.

Apalagi, sebutnya, dalam sepuluh tahun terakhir, saat pertumbuhan industri berada pada kisaran 10%-30%, pendapatan premi industri didominasi oleh sepuluh pemain besar.

Hendrisman menilai para pemain besar tersebut telah menguasai pasar dengan baik. Dengan begitu, pertumbuhan premi yang signifikan pada 10 pemain besar tersebut akan memacu perolehan indsutri, kendati di sisi lain akan meningkatkan gap dengan pelaku lainnya.

“Yang sekarang kita sudah senang dengan pertumbuhan yang ada, meski penetrasi kecil. Ke depan mestinya tumbuhnya lebih dari 50%,” sebut Hendrisman.

Sumber : finansial.bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>