Santunan Kecelakaan Kerja, Pilih JKK atau Asuransi?

gambar2

Semangat Pagi Sahabat OCI, bertemu kembali di hari senin 05 Maret 2018. Hari ini OCI akan memberikan informasi mengenai JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) Vs Asuransi. Yup, apakah perlu menambah asuransi tambahan atau cukup dengan JKK ? jangan terburu- buru memutuskan apakah akan membeli asuransi kembali atau tidak. baca dulu ulasan kami ya sahabat OCI. berikut ulasannya :

Kecelakaan kerja adalah bagian dari risiko yang mesti diwaspadai setiap karyawan, khususnya yang bekerja di bidang yang memiliki risiko tinggi. Karyawan harus paham dan memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengantisipasi berbagai macam risiko kecelakaan yang mungkin saja terjadi.

Salah satu langkah antisipasi yang dapat dilakukan sejak dini sebagai pekerja adalah dengan mengikuti asuransi. Keuntungannya adalah karyawan secara otomatis akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja yang didaftarkan perusahaan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Keikutsertaan program ini bersifat wajib.

Sayangnya, perlindungan dalam BPJS Ketenagakerjaan terkadang belum mencukupi kebutuhan. Karena itu, bisa saja Anda memerlukan asuransi lainnya semisal asuransi kecelakaan diri atau asuransi lainnya. Asuransi kecelakaan diri sangat cocok bagi yang sering melakukan aktivitas yang rawan cedera atau kecelakaan. Sebab asuransi ini memberikan santunan ketika terjadi cacat akibat kecelakaan kerja, baik cacat ringan maupun tetap.

Sebenarnya, apa bedanya antara JKK dan asuransi kecelakaan diri? Berikut ini penjelasannya.

Jaminan Kecelakaan Kerja vs Asuransi Kecelakaan Diri

Terkadang kita masih dipusingkan dengan kedua istilah di atas, yaitu jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kecelakaan diri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyamakan keduanya dengan alasan bahwa tujuan dari jaminan kecelakaan kerja ataupun asuransi kecelakaan diri memanglah sama, yaitu untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kerja yang tidak terduga. Jika dilihat dari penyelenggara ataupun cakupan risiko yang dapat ditanggung, sangatlah berbeda antara jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kecelakaan diri. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) merupakan program Pemerintah yang diwajibkan bagi seluruh karyawan suatu perusahaan. JKK termasuk program dari BPJS ketenagakerjaan.

Sementara asuransi kecelakaan diri merupakan produk yang ditawarkan pihak negara ataupun swasta yang ditujukan kepada orang yang ingin mendapatkan manfaat lebih dari berbagai macam proteksi yang ditawarkan. Perbedaan yang paling mencolok adalah jika proteksi dari JKK terbatas pada risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, asuransi kecelakaan diri lebih luas dari itu.

Apa Itu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)?

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) adalah program Pemerintah yang ditujukan sebagai pemberian perlindungan terhadap para pekerja. JKK menjamin risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam lingkup pekerjaan dan hubungan kerja. Risiko yang termasuk dalam kategori ini adalah kecelakaan dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. JKK juga berlaku atas penyakit apa pun yang ditimbulkan lingkungan kerja.

Iuran JKK ditanggung pemberi kerja (perusahaan) yang dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Iuran yang dibayarkan disesuaikan dengan tingkat risiko lingkungan kerja yang besarannya paling lama dievaluasi dalam dua tahun sekali.

Berikut ini adalah besaran persentase nilai iuran berdasarkan tingkat risiko lingkungan kerja.

  1. Tingkat risiko sangat rendah: 0,24% dari upah per bulan.
  2. Tingkat risiko rendah: 0,54% dari upah per bulan.
  3. Tingkat risiko sedang: 0,89% dari upah per bulan.
  4. Tingkat risiko tinggi: 1,27% dari upah per bulan.
  5. Tingkat risiko sangat tinggi: 1,74% dari upah per bulan.

Manfaat JKK

Dari iuran yang dibayarkan tersebut, ada tujuh manfaat yang dapat diambil, di antaranya pelayanan kesehatan yang berupa perawatan dan pengobatan, program return to work yang berupa pendampingan, kegiatan promotif dan preventif untuk meningkatkan keselamatan kerja, rehabilitasi bagi peserta yang kehilangan anggota badan atau sebagian anggota badannya tidak berfungsi, beasiswa pendidikan anak bagi peserta yang meninggal dunia, masa berlakunya klaim yang cukup panjang (2 tahun) setelah kecelakaan terjadi, dan santunan berupa uang. Khusus santunan yang berupa uang, BPJS Ketenagakerjaan membaginya ke dalam beberapa kategori, yaitu santunan penggantian biaya pengangkutan (pertolongan pertama kecelakaan), santunan penggantian untuk kondisi sementara tidak mampu bekerja, dan santunan cacat akibat kerja.

Cacat akibat kerja di sini masih dibagi menjadi tiga kategori lagi, yaitu:

  1. Cacat sebagian/anatomis adalah cacat yang disebabkan kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan hilangnya sebagian atau beberapa bagian anggota tubuh.
  2. Cacat sebagian fungsi/cacat kekurangan fungsi adalah cacat yang mengakibatkan tidak bekerjanya atau berkurangnya fungsi sebagian atau beberapa fungsi anggota tubuh untuk selamanya.
  3. Cacat total adalah cacat yang menyebabkan peserta sudah tidak mampu lagi bekerja untuk selamanya.

Prosedur Klaim JKK

Sebagai peserta yang terlindungi JKK BPJS Ketenagakerjaan ketika terjadi kecelakaan kerja, bagaimana prosedur yang dilakukan untuk mengurus jaminan sosial tersebut? Perusahaan akan melakukan dua tahapan laporan kecelakaan pada BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Melaporkan kejadian setelah kecelakaan terjadi (maksimal 2 X 24 jam).
  2. Kemudian melaporkan kembali kondisi peserta setelah mendapatkan penanganan dokter.

Setelah itu, BPJS Ketenagakerjaan akan menghitung jumlah ganti rugi atau santunan yang akan diberikan kepada peserta atau ahli waris (jika peserta dinyatakan meninggal dunia).

Asuransi Kecelakaan Diri

Asuransi kecelakaan diri berbeda dengan JKK. Asuransi kecelakaan diri merupakan produk yang ditawarkan perusahaan asuransi negara maupun swasta untuk melayani masyarakat yang ingin mendapatkan proteksi lebih. Proteksi yang ditawarkan bisa mencakup risiko-risiko di lingkungan kerja, rumah, ataupun di mana saja sesuai dengan program yang dipilih. Banyak sekali perusahaan asuransi yang menawarkan jenis proteksi kecelakaan diri. Meskipun iuran yang dibayarkan cenderung lebih mahal dan harus ditanggung sendiri oleh peserta, tingkat proteksi yang diberikan terbilang sangat lengkap. Proteksi yang ditawarkan mulai dari biaya pengobatan, biaya perawatan, cacat tetap, dan santunan kematian. Bahkan, sekarang ini banyak perusahaan asuransi yang menawarkan ganti rugi 100% dari jumlah pertanggungan.

Cermati dan Jangan Terpaku pada Satu Jaminan

Dari semua penjelasan di atas, bisa disimpulkan banyak sekali santunan yang didapatkan dengan mengikuti JKK. Lebih dari itu jika masih merasa kurang dengan hanya mengikuti JKK, tidak ada salahnya Anda juga mendaftarkan diri pada jenis-jenis asuransi lainnya semisal asuransi kecelakaan diri. Semua itu tentu saja akan membantu meminimalkan atau mengganti semua kerugian yang diakibatkan kecelakaan yang sama sekali tidak terduga.

Setelah Membaca ulasan diatas sahabat OCI tentu bisa lebih tau dan mengerti apa itu JKK dan manfaatnya begitu juga dengan asuransi kecelakaan diri. Semoga bermanfaat ya Sahabat OCI…

Sumber : https://www.cermati.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>