Asuransi Jiwa Kredit Diproyeksi Dua Digit

9980Sejumlah perusahaan asuransi jiwa optimis lini bisnis asuransi jiwa kredit akan mengalami pertumbuhan dua digit pada tahun ini. PT MNC Life Assurance (MNC Life) optimistis produk asuransi jiwa kredit bakal tumbuh hingga 20% pada tahun ini, seiring dengan pertumbuhan kredit perbankan yang juga diprediksi merangkak naik.

Direktur Teknik MNC Life Yonatan mengatakan saat ini perusahaan akan fokus mengelola bisnis dengan 49 mitra yang didominasi dari kalangan perbankan untuk meningkatkan penetrasi asuransi jiwa kredit pada tahun ini.“Bukan berarti tidak menarik. Justru sudah banyak mitra, tetapi memang produksi tidak semuanya optimal, jadi tahun ini kami akan mengoptimalkan mitra yang ada terlebih dahulu. Mungkin tahun ini dapat tumbuh 20%,” katanya kepada Bisnis.

Hingga saat ini, kontribusi asuransi jiwa kredit di perusahaan masih sekitar 10% dari total premi pada 2017 yang mencapai Rp207 miliar.

PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia (Reliance Life) memprediksi produk asuransi jiwa kredit masih menjadi kontributor utama premi perusahaan, seiring dengan tumbuhnya penetrasi asuransi jiwa ke berbagai daerah.

Direktur Reliance Life Gideon Heru Prasetya mengatakan saat ini produk asuransi jiwa kredit masih mendominasi sekitar 80% dari total premo pada 2017 atau sekitar Rp315,3 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal IV/2017, Reliance Life mencatatkan pendapatan premi mencapai Rp394,14 miliar atau naik sekitar 40,5% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Asuransi jiwa kredit masih menjadi kontributor utama untuk tahun ini sama seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dia menargetkan, pertumbuhan produk asuransi jiwa kredit dapat mencapai 20% seiring dengan literasi dan penetrasi yang agresif ke berbagai daerah di Indonesia.

“Guna memperkuat produk asuransi jiwa kredit tersebut, kami bakal masuk ke provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan menambah kantor perwakilan kami di Bali,” tuturnya.

Pada saat yang sama, sebagai langkah diversifikasi produk, Reliance Life juga mulai fokus untuk menggarap produk lain seperti asuransi dwiguna atau endowment dari kalangan kumpulan dan komunitas.

Menurutnya, bonus demografi usia produktif penduduk Indonesia dan masyarakat berpendapatan rendah menjadi latar belakang perusahaan mulai mempenetrasikan produk endowment tersebut.

Di lain kesempatan, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan potensi asuransi jiwa kredit selalu menarik selama bisnis properti dan kendaraan masih terus melaju.

Apalagi, saat ini asosiasi jiwa kredit masih banyak digarap oleh perusahaan asuransi jiwa yang fokus dengan segmen kumpulan yang memang masih menjadi andalan industri itu.

“Selama masih ada bisnis properti dan kendaraan, potensinya akan selalu bagus.”

AAJI mencatat angka penetrasi asuransi jiwa mencapai 7,1%. Angka penetrasi tersebut dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk.

Pertumbuhan juga terjadi pada total tertanggung perorangan sebesar 4,5% menjadi 18,49 juta orang. Adapun, total tertanggung kumpulan meningkat 19% menjadi 47,04 juta orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>