AAJI Yakin Peran Agen Asuransi Masih Dibutuhkan

Hallo Sahabat OCI,  di hari senin 09 April 2018 . OCI akan mengulas tentang peran agen asuransi yang masih sangat dibutuhkan. Agen Asuransi menjadi peran penting bagi kemajuan distribusi asuransi terutama di daerah. Tetapi hal ini menjadi pertanyaan ketika penggunaan teknologi digital (digitalisasi) marak digunakan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meyakini penggunaan teknologi digital (digitalisasi) di industri asuransi tidak akan menggerus agen asuransi. Meskipun pemasaran produk asuransi sudah banyak memanfaatkan teknologi, peran agen asuransi masih sangat dibutuhkan industri asuransi.

abc_header-global-opportuniesKetua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, pekerjaan sebagai agen asuransi menjadi salah satu yang terdampak digitalisasi. Meskipun begitu, dalam waktu dekat ini, Hendrisman percaya keberadaan agen asuransi yang dijalankan oleh manusia masih dibutuhkan di industri asuransi. ”Di negeri seberang sana asuransi itu sampai saat ini adalah produk yang dijual, bukan dibeli. At leastsampai lima tahun ke depan. Jadi, produk ini masih perlu yang namanya agen,”.

Menurut Hendrisman, ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Salah satunya adalah membangun emosional calon pemegang polis karena produk asuransi jiwa merupakan produk yang berkaitan dengan kondisi manusia. ”Karena agen-agen ini adalah orang yang bisa membangunkan emosional tertanggung dari para calon pembeli produk asuransi. Kalau digital kan dia cuma baca apa saja yang ditawarkan oleh produk ini, lalu kemudian dia pilih beli atau enggak, tapi enggak ada emosionalnya,” jelas dia.Walaupun demikian, Hendrisman mengaku adanya digitalisasi juga membantu penetrasi produk asuransi di masyarakat. Dengan adanya perkembanhan teknologi ini, pemasaran produk asuransi bisa lebih mudah, efektif, dan efisien. Hal tersebut juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengakselerasi target untuk mencapai indeks inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun 2019 sebagaimana yang termuat di Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

lebih baik lagi jika teknologi dan manusia saling beriringan sehingga manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi bisa dirasakan manfaatnya. Menarik sekali pembahasan kita hari ini ya sahabat OCI.

Semoga bermanfaat bagi Sahabat OCI.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>