Jenis-Jenis Asuransi Jiwa: Apa Saja Perbedaannya dan Bagaimana Caranya Agar Saya Bisa Memilih?

ilustrasi-siluet-keluarga

Jackie, 31 tahun, adalah account executive di sebuah perusahaan periklanan, dan ia sedang cemas menghadapi hari depannya. Bukan karena ia tidak memiliki cukup uang, gajinya cukup baik dan ia sudah memulai berinvestasi di reksdana. Faktanya, Jackie bahkan tidak punya kekhawatiran apapun terhadap dirinya. Yang ia cemaskan justru putra berusia 2 tahun yang diasuhnya sendiri sebagai orang tua tunggal. Apa yang akan terjadi pada buah hatinya jika sesuatu menimpanya?

Bagi para orang tua tunggal seperti Jackie, atau tulang punggung satu-satunya di dalam keluarga, membeli produk asuransi jiwa adalah salah satu cara memastikan buah hati kita tercukupi dengan baik sekalipun kita telah wafat. Namun membandingkan polis asuransi biasanya cukukp memusingkan, dan itulah sebabnya sangat penting untuk memahami berbagai pilihan dan perbedaannya satu sama lain.Mari mulai dengan hal paling mendasar: ada dua jenis asuransi jiwa, yaitu berjangka dan permanen. Berikut adalah hal-hal yang harus diketahui untuk membantu kita memilih.

1. Asuransi Jiwa berjangka

Asuransi berjangka bersifat temporer, artinya hanya berlaku untuk jangka waktu tertentu, misalnya 5, 10, 20, 30 tahun. Di akhir jangka waktu, polis ini akan kehilangan nilainya, namun kebanyakan syarat polis yang berlaku akan memudahkan kita mengalihkan investasi ini ke polis permanen.

Menurut Insurance Information Institute, produk ini lebih sederhana, tak terlalu mahal harganya, dan karenanya menjadi pilihan sangat tepat bagi mereka yang memiliki anak. Sebagai contoh, jika kita memprediksi buah hati kita berhenti tergantung secara finansial pada kita di usia 16 tahun, akan mendapatkan polis asuransi berjangka waktu 20 tahun.

Polis temporer ini juga ideal bagi mereka yang telah mengantisipasi bahwa pada titik tertentu, mereka akan berdikari secara keuangan dan karenanya bisa mewariskan properti berukuran cukup besar bagi orang-orang tercinta tanpa asuransi di kemudian hari.

Asuransi berjangka terasa manfaatnya manakala sesuatu menimpa kita. Produk keuangan ini akan membayarkan tagihan hipotek saat kita tiada, atau menyediakan dana pendidikan anak kita.

Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya produk ini bukanlah investasi. Di akhir masa berlaku, jika kita masih hidup, premi yang kita bayarkan tak akan bisa didapatkan kembali.

2. Asuransi Permanen

Seperti yang tergambar dari judulnya, asuransi jiwa seumur hidup menyediakan tanggungan sepanjang usia kita, dan ini membuat harganya lebih mahal dibandingkan asuransi berjangka. Ada empat jenis asuransi jiwa seumur hidup: whole life (seumur hidup), universal life, variable life, dan variable universal. Ada pula produk bernama endowment plans (asuransi jiwa dwiguna). Jenis ini memberikan pengembalian alias premi yang telah dibayarkan dan terdapat nilai tambahan seiring kematangan usia investasi. Itulah mengapa harga preminya sedikit lebih tinggi.

Kepada siapakah polis asuransi jiwa lebih membawa manfaat? Jika kita berpikir dia yang paling terkasih membutuhkan jaring pengaman lebih saat kita tiada, kita dapat teryakinkan kalau mereka mendapatkan semua keuntungan premi, sepanjang memang dibayarkan tepat waktu. Namun, berinvestasi untuk produk polis asuransi jiwa juga bisa menjadi investasi cerdas.

3. Asuransi hidup sebagai investasi finansial

Polis asuransi jiwa permanen juga dapat dianggap sebagai inevstasi finansial. Hal ini disebabkan karena kebanyakan polis jiwa permanen memiliki komponen tabungan, perusahaan investasi menanamkan sebagian dari premi kita, dan menjadikannya sebagai alternatif mengembangkan uang.

Jika kita membatalkan polis, kita tetap bisa mendapatkan akses kepada komponen tabungan polis atau nilai cash surrender (uang yang kembali saat kita gagal membayarkan premi sesuai rentang waktu yang disepakati). Kita juga tetap bisa meminjam nilai cash dari investasi ini tanpa haris melakukan pembatalan premi, namun jika tidak dibayarkan kemabli, nilai santunan kematian kita akan berkurang.

Saat memilih polis asuransi, pikirkanlah mengenai tujuan mengambil jenis polis tertentu. Siapa yang akan menjadi penerima manfaatnya? Berapa lama kita menginginkan nilai manfaatnya berlangsung? Berapa biaya yang sanggup kita keluarkan?

Jika belum bisa memutuskan, ingatlah bahwa kita bisa selalu berkonsultasi dengan penasihat finansial kita. Sekalipun kitalah satu-satunya pihak yang dapat menjawab pertanyaan ini, jangan lupa melibatkan bantuan profesional saat membuat keputusan finansial penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>