Takut Beli Asuransi? Ini Tips Supaya Kamu Makin Berani!

gambarSelamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Jumat tanggal 11 Mei 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai asuransi menjadi satu hal yang penting saat ini guna mengantisipasi potensi jatuh sakit, kecelakaan, kehilangan barang, kebutuhan dana pendidikan, dan lain-lain.

Namun, ada kalanya calon nasabah merasa takut atau enggan untuk mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah momok takut ‘tertipu’.‘Tertipu’ dalam hal ini bisa memiliki banyak arti, bisa tertipu oleh oknum yang mungkin tidak memiliki kewenangan untuk menawarkan produk asuransi, merasa ‘tertipu’ karena tidak mendapat penjelasan yang lengkap tentang produk yang dibeli sehingga membangun asumsi sendiri, dan banyak hal lainnya

Lantas, bagaimana caranya untuk memastikan bahwa produk yang dibeli memang cocok untuk kebutuhan sehingga calon nasabah tidak merasa tertipu di kemudian hari? berikut tips bagi nasabah pemula di dunia asuransi berdasarkan pemaparan Chief Corporate Affairs Officer Axa Indonesia Benny Waworuntu, berikut tipsnya;

1. Pastikan Keabsahan Perusahaan Penyedia Jasa Asuransi

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika akan membeli produk asuransi adalah memastikan bahwa penyedia produk merupakan perusahaan yang sah dan diakui negara dengan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tentuk kita tidak mau telaten dan rajin membayar iuran asuransi, tapi perusahaan tersebut tidak pernah ada.

2. Agen Berlisensi

Selain perusahaan penyedia jasa asuransi, agen yang menjadi penghubung atau menawarkan asuransi kepada kita pun harus dipastikan benar-benar merupakan perwakilan dari pserusahaan yang disebutkan.

Menurut Benny, berdasarkan ketentuan negara yang tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, untuk bisa menawarkan produk asuransi, seorang agen haruslah memiliki lisensi. Para agen pemula yang belum memiliki lisensi, apalagi pihak yang bukan merupakan agen sah dari suatu penyedia jasa asuransi, tidak berhak.

“Jadi, setiap orang yang mau menjual asuransi di Indonesia wajib mendapatkan lisensi dari asosiasinya,” jelasnya.

Nah, untuk mengetahui apakah seorang agen asuransi telah mendaftar, calon nasabah bisa meminta sang agen menunjukkan kartu keanggotaannya dan bisa mengecek kebenaran kartu tersebut ke situs perusahaan tempat sang agen bekerja. Jangan coba-coba beli asuransi dari agen tak berlisensi, ya.

3. Baca dan Baca Lagi Hak dan Kewajiban

Adakalanya, penjelasan yang diberikan agen asuransi tidak mencakup seluruh ketentuan terkait produk asuransi yang ditawarkan atau yang akan kita beli sehingga di kemudian hari, kita berpotensi merasa kesulitan dan dirugikan.

Untuk itu, sebelum menandatangani formulir perjanjian jual beli produk asuransi, ada baiknya kita sebagai calon nasabah meminta waktu untuk membaca setiap ketentuan berupa hak dan kewajiban yang bisa kita terima dan jalankan jika menjadi nasabah kelak. Jika masih kurang jelas setelah membaca, mintalah penjelasan lebih dalam dari agen.

Bahkan, Benny mengatakan jika ingin memastikan bahwa produk yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan, kita diperbolehkan untuk meminta kopi polis sesuai produk yang diinginkan untuk dibaca seksama terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli produk tersebut atau tidak. Kopi polis boleh dibawa pulang. Jadi, berikan waktu untuk membaca semua secara detail ya.

Nah, kalau sudah membaca dan memahami semua ketentuannya termasuk proses klaim dan lain-lain, jangan lupa menanyakan pada agen terkait siapa yang bisa dihubungi ketika kita mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan pada saat menghadapi masalah atau hambatan terkait produk yang dibeli.

4. Pengisian Data

Jika kita merasa produk yang ditawarkan sudah pas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengisian data.

Nah, adakalanya seorang calon nasabah malas repot mengisi data dan menyerahkan kepada agen untuk melakukan pengisian data. Hal ini tidak boleh dibiasakan.

Pasalnya, jika ada data yang salah, risiko terburuk yang bisa terjadi adalah kita kemungkinan tidak akan bisa mengklaim manfaat yang ditawarkan oleh produk yang dibeli. Sayang sekali kalau sudah bayar asuransi teratur setiap bulannya, tapi tidak bisa menerima manfaatnya.

“Kalau masalah pengisian segala macam, kalau bisa kita jangan diisikan formulir pembukaan. Kalau bisa, kita isi sendiri dan terakhir kita tanda tangan menyatakan bahwa data ini benar. Karena kalalu bohong, kita harus menerima risiko bahwa nanti klaimnya tidak bisa dibayar,” terang Benny.

5.  Produk yang Tidak Sesuai Bisa dikembalikan

Polis dikembalikan dan kita mendapat uang yang telah dibayarkan saat pembukaan polis secara penuh? Hal ini dimungkinkan, tapi ada syaratnya.

Benny mengungkapkan beberapa perusahaan penyedia jasa asuransi memberikan free look period. Free look period adalah waktu yang diberikan bagi pemegang polis untuk kembali memeriksa ketentuan terkait produk yang dibeli atau menimbang kembali pembelian produk yang dilakukan setelah mendapatkan polis.

Namun, free look period ini tidak lama-lam. Waktu yang diberikan biasanya sekitar 2 pekan atau 14 hari kerja.

“Kita sudah bayar nih, kita sudah sepakat polisnya, kita masih dikasih 2 pekan atau 14 hari kerja untuk mempelajari kembali. Jadi, selama 2 pekan kalau kita berubah pikiran, kita boleh mengembalikan polis dan uang kita akan dikembalikan secara penuh, secara utuh,” paparnya.

Jangan lupa untuk menanyakan pada agen, apakah produk yang ditawarkan atau perusahaan penyedianya memang memberikan free look period.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>