Tips Bankir Agar Akun Bank Aman dari Kejahatan Siber

123456Selamat pagi Sahabat OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat. Berjumpa kembali di hari Kami tanggal 31 Mei 2018. pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai tips bankir agar akun bank aman dari kejahatan. Akun pribadi merupakan hal yang sangat penting, terlebih akun untuk perbankan. Terkait hal ini Executive Vice President, Center of Digital PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Wabi Sabu mengatakan hingga November 2017 telah terjadi 205 juta serangan siber di dunia dan hal tersebut termasuk kejahatan ke jasa keuangan.

“Ekonomi kita meningkat dan data November 2017 ada 205 juta serangan siber,” ujarnya dalam acara Fortinet di Plaza Indonesia.Wani memaparkan hal yang perlu dilakukan nasabah agar akun bank tetap aman, yakni pertama dengan tidak mudah percaya memberikan akses akun ke orang lain. Sebab hal tersebut bisa menjadi celah dari kejahatan.

“Jangan mudah percaya beri akses, link. Jangan memberi user id dan password kepada orang lain. Jadi kalau aneh itu kamu harus mulai bertanya-tanya,” katanya.

Selanjutnya, nasabah jangan mengakses akun perbankan melalui free wifi yang tidak diketahui asalnya. Hal itu akan berbahaya data akun nasabah.

“Hati-hati menggunakan free wifi, ya enggak semuanya tapi jaga-jaga karena kalau ada orang iseng ngambil data melalui wifi alamat IP bisa lho,” ujar Wani.

Lebih lanjut, Wani memberi contoh kasus di mana terjadi kejahatan siber berupa virus yang menyasar nasabah. Hal itu terjadi dikarenakan nasabah membuka situs yang tidak resmi.

Wani menjelaskan, hacker kirim virus ke website, jadi nasabah yang kena ini untuk nasabah yang suka mebuka website yang aneh-aneh, terus minta masuk ke website bank minta data. Jadi itu bukan menyerang ke bank tapi ke nasabah.

Senada dengan Wani, Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim mengingatkan kepada nasabah terkait pentingnya keamanan untuk akun perbankan. Oleh karena itu, sebagai nasabah tidak boleh menyebarkan data pribadi ke semua orang.

“Pertama zero trust. Lalu ibarat sebelum masuk kasih sandi dulu lah dan instropeksi,” tutupnya.

Sumber: finance.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>