5 Strategi Jitu Hidup Hemat di Jakarta dan Dapat Memiliki Tabungan

innovation-lightbulb-chalkboard-shutterstock165062-crop-600x338Jakarta sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan selalu siap menerima warga dari kota lain di Indonesia untuk berbagai keperluan. Mulai dari mencari pekerjaan, kuliah, sekolah, pindah dinas dan lain-lain. Daya tarik jakarta sebagai ibukota Indonesia memang sangat kuat karena berbagai instansi dan perhelatan akbar juga berpusat di tempat ini.

Namun, seperti kota-kota besar pada umumnya, biaya hidup di Jakarta tidaklah murah. Banyak hal kecil yang harys diperhatikan dengan seksama untuk menyelamatkan kondisi keuangan kita. Sesuatu yang terlihat simpel atau sederhana tidak dapat diabaikan begitu saja karena justru sering mengacaukan anggaran.Meski sulit untuk dijalani, tapi bukan tidak mungkin kita dapat bertahan. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk hidup hemat di Jakarta.

1. Membawa air minum

Membawa air minum merupakan hal wajib yang harus kita lakukan jika ingin memangkas pengeluaran harian. Bayangkan saja, untuk satu botol air mineral ukuran sedang dipatok seharga Rp3.000, apabila dalam satu bulan maka kita harus merogoh kocek hingga Rp120.000. Selain itu, dalam sehari penuh kita juga tidak mungkin tidak cukup hanya dengan minum satu botol.

2. Membawa bekal makan

Persoalan makanan membutuhkan strategi khusus agar dapat berjalan sukses. Sebab, frekuensi tiga kali dalam sehari dan dilakukan rutin membuatnya menghabiskan sebanyak 60% anggara bulanan kita.

Salah satu strategi jitu yang dapat dilakukan adalah dengan membawa bekal makanan. Mungkin bagi kebanyakan orang kegiatan ini sangat merepotkan, apalagi bagi mereka yang tinggal indekos jarang memasak sendiri. Namun, sebenarnya hal tersebut dapat disiasati.

Sebelum kita berangkat kerja atau kuliah, pastikan mampir sebentar di warung-warung nasi yang ada di pinggir jalan dan membawanya ke tempat tujuan. Mengapa harus beli dari warung nasi dari tempat kita tinggal? Karena biasanya tempat makan yang terletak di wilayah perkantoran atau perkuliahan mematok harga yang lebih tinggi dibandingkan tempat makan pada umumnya.

Contohnya saja, apabila membeli nasi dengan lauk telur di warung biasa, maka kita dapat memperoleh harga Rp8.000 per bungkus. Dari harga tersebut dapat dikalikan tiga (karena umumnya kita makan tiga kali sehari) dan lanjut dikalikan selama 30 hari. Melalui hitung-hitungan matematis, kita hanya akan mengeluarkan uang sebesar Rp720.000 dalam sebulan.

3. Berjalan kaki

Apabila kita tinggal di sekitar kantor atau kampus, maka tidak ada salahnya mencoba strategi ini. Selain lebih hemat, kita juga akan mendapatkan tubuh yang sehat karena terbiasa berolahraga.

4. Menggunakan moda transportasi umum

Moda transportasi umum memberikan banyak keuntungan bagi kita. Mulai dari bebas macet, lebih cepat dan pastinya lebih hemat. Beberapa moda transportasi umum yang dapat kita gunakan juga bermacam-macam, bisa menggunakan kereta api atau busway (transjakarta).

5. Manfaatkan fasilitas kantor atau kampus

Seperti yang sudah kita pahami, akses internet memerlukan biaya yang tidak murah, sedangkan hal ini sudah menjadi kebutuhan primer. Sebab itu, wifi di tempat kita bekerja dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sebab, setiap kantor atau kampus biasanya menyediakan wifi, air minum, toilet, akses listrik dan berbagai fasilitas lainnya. Pastikan untuk menggunaka seluruh fasilitas tersebut untuk membantu menyelamatkan kondisi keuangan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>