OJK Selesaikan Verifikasi Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi

ojk1Halo pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 19 September 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai Otoritas Jasa Keuangan mencatat ada 23 perusahaan Joint Venture dengan kepemilikian asing lebih dari 80% menyusul implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing Pada Perusahaan Perasuransian.

Juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot menuturkan sesuai dengan Pasal 8 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) 14/2018, perusahaan perasuransian diminta mengidentifikasi dan melaporkan kepemilikan saham oleh pihak asing per 18 per 18 April 2019.Pelaporan dan identifikasi ini berupa persentase kepemilikan asing pada perusahaan perasuransian, baik secara langsung maupun tidak langsung sampai dengan pengendali akhir (ultimate shareholders). Demikian juga dengan kriteria badan hukum asing yang menjadi pemilik/pemegang saham perasuransian.

Berdasarkan penelaahan atas kepemilikan asing di perusahaan perasuransian,  OJK mencatat ada 62 perusahaan perasuransian denga status sebagai perusahaan Joint Venture (JV). Sejumlah perusahaan itu terdiri dari 18 perusahaan asuransi umum, 24 perusahaan asuransi jiwa, 1 perusahaan asuransi jiwa syariah, 9 perusahaan pialang asuransi, 4 perusahaan pialang reasuransi, dan 6 perusahaan penilai kerugian asuransi.

Ini tidak termasuk 13 perusahaan asuransi umum dan reasuransi dengan status sebagai perusahaan terbuka karena telah dikecualikan sebagai perusahaan perasuransian denagn status JV sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (2) PP Nomor 14/2018.

Dari 62 perusahaan JV tersebut, terdapat 23 perusahaan perasuransian dengan kepemilikan asing lebih dari 80%. Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari 13 perusahaan asuransi jiwa, 6 perusahaan asuransi umum, 1 perusahaan asuransi jiwa syariah, 2 perusahaan pialang asuransi, dan 1 perusahaan pialang reasuransi.

“Memang ada beberapa pergeseran karena perlakuan awal semula untuk perusahaan terbuka kami anggap sebagai JV. Misalnya PT Asuransi Multhi Artha Guna Tbk., PT Lippo General Insurance Tbk., PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk., kami perlakukan sebagai bukan JV karena berdasarkan PP dimkasud, perusahaan asuransi yang tercatat di bursa tidak diberlakukan kepemilikan asing,” jelasnya.

Sebelumnya, data OJK terkait kepemilikan asing pada perusahaan perasuransian per Maret 2018 mencatat ada 68 perusahaan perasuransian JV. Dari angka tersebut, ada 18 perusahaan perasuransian dengan kepemilikan asing lebih dari 80%.

Sumber: finansial.bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>