Permintaan Dolar Tinggi, Buat Rupiah Kembali Melempem

(FILES) This file photo taken on January

Semangat Pagi Sahabat OCI, bertemu lagi di hari selasa 13 november 2018. Apa kabar sahabat OCI hari ini ? jangan lupa bawa payung ya . karena sudah masuk musim penghujan. bulan november sudah memasuki pertengahan bulan , tentunya libur akhir tahun sudah di depan mata. Ada  yang berencana libur di dalam kota, ada yang membuat rencana ke luar kota dan tidak sedikit yang sudah memiliki jadwal ke luar negeri. 

Bagi sahabat OCI yang berencana pergi ke luar negeri tentunya sudah mempersiapkan akomodasi, transportasi, dan itinerary . tentunya bagi sahabat OCI yang berencana ke luar negeri , terutama ke daratan eropa dan amerika lebih memilih menyimpan mata uang asing seperti dollar untuk kelancaran bertransaksi saat di tempat tujuan.

Permintaan Dollar yang meningkat seiring dengan musim liburan dan tahun baru tentunya berdampak pada nilai tukar Dollar ke Rupiah.  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (13/11) diprediksi masih akan lanjutkan pelemahannya. Masih meningkatnya permintaan akan dolar AS membuat pergerakannya cenderung meningkat yang membuat rupiah kian melemah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (13/11) diprediksi masih akan lanjutkan pelemahannya. Masih meningkatnya permintaan akan dolar AS membuat pergerakannya cenderung meningkat yang membuat rupiah kian melemah.

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada dalam riset hariannya di Jakarta, Selasa, 13 November 2018 mengatakan, diperkirakan pelemahan masih dimungkinkan terjadi pada rupiah. Namun demikian, diharapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas. “Permintaan akan dolar AS yang tinggi membuat pergerakannya cenderung meningkat sehingga dapat menghalangi potensi Rupiah untuk berbalik naik,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, pernyataan Bank Sentral AS (The Fed) yang masih akan naikkan suku bunganya sekali lagi di akhir tahun ini dan juga masih defisitnya transaksi berjalan di kuartal III 2018, telah menjadi katalis negatif bagi laju rupiah untuk kembali ke zona hijaunya.

“Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp14.785-Rp14.840 per dolar AS. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ucapnya.

Sumber : http://infobanknews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>