Segmentasi Pasar Ritel

umkm malang 2Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Kamis tanggal 22 November 2018. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai apa itu segmentasi pasar ritel. Sebelum membahas mengenai apa itu ritel sendiri, ada baiknya kita membahas mengenai apa itu segmentas pasar terlebih dahulu. Segmentasi pasar adalah suatu kegiatan membagi-bagi pasar/market yang bersifat heterogen ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.

Suatu segmen pasar ritel adalah suatu kelompok pelanggan yang kebutuhannya dicukupi oleh bauran ritel (Ritel Mix) yang sama sebab mempunyai kebutuhan yang serupa. Atas alasan tersebut maka sebaiknya ritel mengelompokkan pelanggan dalam beberapa segmen. Ketatnya persaingan mendorong ritel untuk melakukan segmentasi, hal ini dilakukan karena;

1) Ritel tidak akan mampu melayani kebutuhan pelanggan secara menyeluruh.

2) Untuk efektifitas biaya program ritel.

Pendekatan Segmentasi Pasar

Pendekatan dalam segmentasi pasar menggambarkan variasi yang luas dalam segmen penjualan ritel, karena pada dasarnya tidak satu pun pendekatan adalah terbaik untuk semua ritel. Karena segmen pasar ritel sangat bergantung pada letak geografis, budaya, adat kebiasaan, gaya hidup, tingkat ekonomi dan lain-lain.
1) Segmentasi Geografis
Adalah mengelompokkan pelanggan dimana mereka tinggal. Suatu pasar ritel dapat disegmentasikan menurut area di dalam suatu Negara, Kota dan Lingkungan. Segmentasi geografis dapat diidentifikasi dan datanya mudah diakses. Sehingga dapat menentukan siapa yang hidup dalam segmen geografis dan sekaligus untuk menargetkan pelanggan dalam wilayah geografis tertentu.
2) Segmentasi Demografis
Adalah menggolongkan pelanggan atas dasar karakteristik yang mudah diukur seperti: umur, jenis kelamin, pendapatan dan pendidikan. Segmen demografis adalah sasaran yang paling umum untuk mendefinisikan segmen pelanggan, kriteria dalam segmen ini dapat dengan mudah dikenali dan diakses.
3) Segmentasu Gaya Hidup
Adalah segmentasi pasar yang mengacu pada bagaimana kehidupan seseorang, bagaimana mereka meluangkan waktu dan opini tentang dunia dimana mereka hidup dan tinggal. Segmentasi berdasarkan gaya hidup ini sangat penting dalam perencanaan ritel, karena berdasarkan gaya hidup pelanggan dapat diidentifikasi perilaku dan motivasi belanja pelanggan. Segmen ini diidentifikasikan melalui survei pelanggan.
4) Segmentasi Situasi Belanja
Segmentasi ini didasarkan atas situasi belanja yang dihadapi oleh pelanggan. Sebagai contoh seorang ibu memenuhi kebutuhan susu anaknya melalui belanja mingguan yang dilakukan di sebuah Supermarket tertentu, tetapi dalam kondisi tertentu dimana susu untuk memenuhi kebutuhan seminggu ternyata habis di tengah minggu, maka situasi tersebut mendorong ibu untuk melakukan belanja pada ritel lain yang lebih dekat dengan rumahnya dengan situasi belanja yang berbeda.

Identifikasi Kebutuhan Konsumen

Kebutuhan dan keinginan konsumen adalah mutlak harus dipenuhi oleh setiap pengusaha ritel bila ingin berhasil, Jadi kebutuhan manusia (needs) adalah suatu keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar, sedangkan keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuasan tertentu dari kebutuhan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa keingingan manusia lebih dominan dalam alasan untuk pengambilan keputusan daripada kebutuhan.

Terdapat tiga perspektif perilaku konsumen dalam pengambilan keputusam, yaitu:

1) Perspektif Rasional

Adalah pengambilan keputusan yang melalui serangkaian langkah-langkah rasional tertentu, yaitu pengenalan masalah, mencari, evaluasi alternative, memilih dan evaluasi pasca perolehan. Akar dari pendekatan ini adalah pengalaman kognitif dan psikologis dan faktor ekonomi.

2) Perspektif Pengalaman

Perspektif pengalaman atas pengambilan keputusan menyatakan bahwa untuk beberapa hal, konsumen melakukan pembelian tidak sesuai dengan proses pengambilan keputusan yang rasional. Namun mereka membeli untuk memperoleh kesenangan, menciptakan fantasi atau perasaan emosi saja.

3) Perspektif Pengaruh Perilaku

Perpektif pengaruh perilaku mengasumsikan bahwa kekuatan lingkungan memaksa konsumen untuk melakukan pembelian tanpa harus terlebih dahulu membangun perasaan atau kepercayaan terhadap produk. Sebagai gantinya, tindakan pembelian konsumen secara langsung merupakan hasil dari kekuatan lingkungan, niai budaya dan tekanan ekonomi.

Sumber: vistasoft12.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>