Masyarakat Optimistis Kondisi Ekonomi Indonesia Semakin Baik

Pengertian-ekonomi-perusahaanSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Senin tanggal 3 Desember 2019. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai perekonomian Indonesia yang relatif memiliki daya tahan yang ampuh untuk meredam berbagai gejolak yang terjadi bila dibanding negara lain di lingkup negara-negara Asia Tenggara maupun Asia.

Demikian dikemukakan Direktur Eksekutif Tali Foundation dan Praktisi Ekonomi Digital, Jusman Dalle dalam keterangannya kepada wartawan. Dia mencontohkan pergerakan nilai tukar rupiah yang masih aman dan mendapat respons yang cepat oleh otoritas moneter dan pemerintah.“Nilai tukar rupiah kembali perkasa beranjak meninggalkan nilai psikologis Rp15.000/USD. Situasi ekonomi yang terkendali seperti ini yang menguatka optimisme terhadap ekonomi Indonesia,” ujar Jusman.

Dia juga merujuk pada hasil Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis beberapa waktu lalu yang mengungkap bahwa 70,3% masyarakat menilai ekonomi dalam keadaan baik-baik saja. Optimisme tersebut cenderung menguat dibanding survei serupa yang pada bulan Agustus saat situasi ekonomi dalam keadaan baik, yakni sebanyak 62,5%.

Menurut Jusman, optimisme rakyat dan pemerintah merupakan kekuatan untuk mengarungi tahun politik. Pasalnya, agenda politik lima tahunan tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan ekonomi dengan komplektisitas problem yang menumpuk.

“Persoalan ekonomi bukan semata soal menaikkan gaji pegawai, memotong pajak kendaraan atau menyediakan sembako dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Jusman menuturkan bahwa kompleksitas masalah ekonomi yang dihadapi saat ini jauh lebih dalam. Mulai dari gap pembangunan antar wilayah, ketimpangan pendapatan, konektivitas, infrastruktur hingga pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Berbagai persoalan tersebut, katanya, tengah berupaya diurai satu persatu dan ditemukan pangkal masalah dan solusinya.

“Kita optimistis bahwa kapasitas pemerintah dan energi rakyat jauh lebih besar dari tumpukan problem tersebut,” ujarnya.

Sebagai negara yang menyandang predikat pasar berkembang, kata Jusman, Indonesia sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk membuka potensi pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur merupakan aspek vital untuk mengakselerasi orkestra pembangunan, menebarkan pemerataan dan menjalin konektivitas antar wilayah.

“Intinya infrastruktur menjadi fondasi untuk scale up ekonomi Indonesia ke level negara maju,” ujarnya menegaskan.

Sumber: finansial.bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>