Ramalan Bencana Alam Menghantui, Pilih Asuransi Ini untuk Perlindungan Diri

peta-indeks-rawan-bencana-Indonesia-tahun-2012Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Selasa tanggal 29 Januari 2019. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai pilihan asuransi yang dapat kita pilih untuk perlindungan diri. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa ini mengingatkan kita sebagai manusia bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat karena sudah menjadi goresan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang pun berhak melindungi diri, keluarga maupun harta benda dari bencana alam dengan asuransi.

Sabtu malam, 22 Desember 2018 menjadi malam mencekan bagi warga pesisir Banten bagian barat dan sebagian wilayah di Lampung Selatan. Daerah wisata tersebut diterjang tsunami tanpa peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ratusan nyawa melayang, belasan ribu orang luka-luka. Kerugian materiil yang ditimbulkan juga besar karena ribuan rumah, kendaraan, fasilitas publik rusak berat akibat tsunami Selat Sunda.Perasaan shock, trauma, takut berkecamuk jadi satu. Bayang-bayang bencana alam akan datang lagi terus menghantui. Entah itu di wilayah yang sama, atau di daerah lain. Kini masyarakat harus lebih siaga, mengingat Indonesia sangat rawan bencana karena masuk dalam kawasan cincin api pasifik atau ring of fire.

Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikepung deretan gunung berapi yang ada di bumi. Letaknya pun berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni Indo-Australia dari sebelah Selatan, Eurasi dari Utara dan Pasifik dari Timur.

Ramalan Bencana dari BNPB di 2019

Kita melihat akhir-akhir ini gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang, longsor, angin puting beliung dimana-mana. Apalagi kalau mengamati prediksi atau ramalan bencana dari BNPB di tahun ini, seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. BPNB memperkirakan lebih dari 2.500 bencana akan terjadi di Indonesia sepanjang 2019.

Kebanyakan bencana hidrometeorologi atau yang diakibatkan faktor cuaca, seperti banjir, longsir dan angin puting beliung. Penyebab bencana yang mungkin timbul tahun ini, antara lain karena kerusakan daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, kerusakan hutan dan perubahan penggunaan lahan.

2. Kejadian ini berpotensi menimpa daerah-daerah rawan bencana, seperti daerah bahaya longsor tingkat sedang sampai tinggi, diantaranya di Sumatera (Bukit Barisan, Aceh hingga Lampung), Jawa bagian Tengah dan Selatan, Bali, NTT, NTB, sebagian besar Sulawesi, Kalimantan bagian Utara dan Papua, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan.

3. BPNB juga menyebut, rata-rata 500 gempa bakal menggoyang Indonesia setiap bulan di 2019. Warga diminta waspada, terutama yang tinggal di wilayah Indonesia bagian Timur karena ada lempeng dan rentan bencana.

4. Jika terjadi gempa tektonik lebih dari 7 skala Richter (SR) di kedalaman kurang dari 20 km dan berada di jalur subduksi, maka ada potensi tsunami.

5. Sementara itu, dari 127 gunung api di Indonesia, hingga saat ini tercatat 1 gunung berstatus awas (Gunung Sinabung), 4 gunung status siaga (Gunung Anak Krakatau, Karangetang, Soputan dan Gunung Agung) serta 16 gunung berstatus waspada.

Pentingnya Asuransi

Rentetan bencana alam yang sudah terjadi maupun prediksi dari BNPB seharusnya membuka mata kita untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi bencana. Bukan malah abai dan hanya berpaku tangan, termasuk untuk urusan perlindungan diri.

Sayangnya, banyak orang masih belum sadar pentingnya asuransi sebagai tameng yang akan menjamin berbagai risiko dari peristiwa bencana alam. Biasanya kalau sudah kejadian, baru deh menyesal. Dengan memiliki tiga asuransi ini, sebetulnya sudah cukup untuk meng-cover diri kita, keluarga atau harta maupun aset berharga. Antara lain:

1. Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Tak ada kata tawar menawar untuk urusan nyawa dan kesehatan kita serta keluarga tercinta. Asuransi jiwa sangat penting karena memberi perlindungan finansial atas risiko meninggal dunia. Sebagai contoh, bila kita sebagai tulang punggung keluarga sekaligus tertanggung (polis asuransi) meninggal karena bencana, maka pihak asuransi akan membayar uang pertanggungan kepada ahli waris yang ditunjuk. Dengan begitu, dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Asuransi krusial lainnya yang perlu kita miliki, adalah asuransi kesehatan. Produk asuransi kesehatan memberi proteksi terhadap risiko yag disebabkan dari bencana alam. Biasanya yang ditanggung, yaitu biaya operasi, rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, biaya dokter sampai obat-obatan.

Jika sudah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari perusahaan, kita dapat melengkapinya dengan produk asuransi swasta. Mungkin saja ada biaya yang tidak di cover BPJS Kesehatan, tapi ditanggung asuransi swasta. Begitupun sebaliknya. Tentu saja, semuanya harus dipertimbangkan sesuai kemampuan keuangan.

2. Asuransi Harta Benda

Meski sudah ada sistem peringatan dini, datangnya bencana tidak ada yang tahu pasti. Ketika bencana menerjang, semua orang sibuk menyelamatkan diri tanpa membawa harta benda, seperti rumah, furnitur atau perabot dan aset berharga lain. Akan tetapi dengan memiliki asuransi hartan benda, kerugian atau risiko inilah yang dijamin. Rumah rusak parah, tinggal klaim dan kemudian uang cair.

Karena kalau tidak ikut asuransi, ongkos perbaikan rumah yang hancur bisa mencapai ratusan juta rupiah. Sama saja seperti beli rumah baru. Namun kita perlu cermat saat mengajukan asuransi harta benda. Pastikan produk asuransi tersebut menanggung kerugian harta benda akibat bencana alam, bukan saja yang disebabkan karena kebakaran, kerusuhan, pencurian dan kejadian tiba-tiba lainnya.

3. Asuransi Kendaraan

Kita punya mobil atau motor? Rusak akibat bencana? Semia risiko tersebut bisa dijamin asuransi kendaraan, seperti produk asuransi mobil dan motor. Sama dengan rumah, kendaraan pun menjadi tidak berharga saat bencana datang. Yang terpikir hanya segera lari ke tempat aman bersama keluarga terkasih.

Oleh karenaya, asuransi kendaraan bermotor juga penting dimiliki. Biasanya untuk asuransi kendaraan bermotor, kita harus membeli dulu asuransi dasar. Kemudian diperluas dengan polis asuransi bencana alam (tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi dan kebakaran). Tentunya dengan tambahan premi.

Jaga Lingkungan dan Sadar Berasuransi

Bencana alam memang tak dapat dihindari, tapi risikonya bisa dikurangi dengan asuransi. Sudah bukan zamannya lagi menolak asuransi karena manfaatnya sangat besar untuk masa depan kita dan keluarga. Sebelum terlambat, pilih produk asuransi sesuai kebutuhan dan tentukan besaran premi sesuai kemampuan budget. Mencari dan mengajukan asuransi saat ini sangat mudah lewat layanan financial technology (fintech). Setelah mendapatkan produk yang tepat, tahap selanjutnya yakni konsisten menyisihkan uang setiap bulan untuk membayar premi asuransi.

Tidak hanya dari sisi finansial, hal penting lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadi bencananya adalah menjaga lingkungan tetap sehat dan lestari. Mari merawat bumi serta menjaga keseimbangan alam demi masa depan anak cucu kelak. Jika ingin tahu informasi lebih banyak seputar bencana alam maupun sistem penanggulangannya, kita dapat mengunjungi website resmi BPNB.

Sumber: cermati.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>