Freelancer juga Perlu Proteksi Diri, Ini Dia Produksi Asurasi yang Perlu Dimiliki Freelancer

innovation-lightbulb-chalkboard-shutterstock165062-crop-600x338Selamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 13 Februari 2019. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai produk asuransi yang perlu dimiliki oleh seorang freelancer. Sebagai seorang karyawan biasa yang bekerja di sebuah perusahaan swasta biasanya tidak perlu repot-repot lagi mengurus asuransi kesehatan untuk diri sendiri, mengingat perusahaan biasanya yang akan menanggung dan mengurusnya sebagai benefit yang memang ditawarkan kepada para karyawannya, terutama untuk karyawan yang sudah memiliki status kepegawaian tetap.

Tapi bagaimana dengan seorang yang berprofesi sebagai seorang freelancer? Apakah memang perlu untuk seorang freelancer untuk memiliki asuransi? Berpenghasilan tidak tetap, bukan berarti kita bukan seorang pekerja yang profesional, dan itu artinya sangat wajar jika kita memiliki asuransi kesehatan bahkan jenis asuransi lainya sebagai bentuk proteksi diri layaknya yang bekerja di sebuah perusahaan.Ini dia beberapa jenis asuransi yang dibutuhkan seorang freelancer:

1. Asuransi Kesehatan atau BPJS Kesehatan

Penyakit bisa mampir ke siapa saja. Bekerja di rumah dengan jam kerja yang sangat flexibel bukan berarti para freelancer jauh lebih sehat kondisi fisiknya daripada karyawan biasa. Beban kerja yang banyak dan deadline yang sering mendadak terkadang membuat para freelancer justru memiliki pola hidup yang sedikit berantakan.

Para pegawai kantor memiliki jam kerja dan makan dengan teratur, sedangkan time table untuk seorang freelancer tidak bisa ditebak. Para freelancer bebas mengerjakan pekerjaan mereka dimanapun dan jam berapapun asal selesai tepat waktu. Tentu saja hal seperti ini bisa memicu gaya hidup yang tidak sehat seperti begadang dan telat makan sehingga membuat daya tahan tubuh menurun dan mudah sakit.

Untuk itu, selain belajar mengatur jam kerja dengan lebih baik memiliki asuransi kesehatan juga penting agar jika sakit mendadak ketika keuangan sedang cekak tidak perlu khawatir karena ada asuransi kesehatan yang akan menanggung.

2. Asuransi Jiwa

Tidak semua jenis pekerjaan freelancer hanya dilakukan di rumah. Ada juga pekerjaan freelancer yang membutuhkan mobilitas tinggi dan sering berpindah-pindah tempat. Seperti menjadi kurir, ojek online atau event organizer. Itu kenapa asuransi jiwa sangat dibutuhkan oleh seorang freelancer yang bekerja dengan banyak berpindah-pindah tempat seperti contoh di atas.

Hal-hal tidak terduga seperti kecelakaan kecil atau besar bisa sangat megnuras uang jika tidak di back-up dengan asuransi jiwa. Jadi memiliki asuransi jiwa bukan lagi hal yang bisa dipertimbangkan tapi wajib untuk para freelancer yang lebih banyak bekerja di lapangan daripada di rumah.

3. Asuransi Kendaraan

Selain asuransi jiwa, asuransi kendaraan juga sangat penting untuk freelancer yang pekerjaannya banyak berpindah-pindah tempat. Apalagi jika pekerjaan tersebut juga menuntut untuk bepergian jauh sampai keluar kota seperti fotografer yang sering hunting foto menarik untuk dijual.

Belum lagi pergi ke tempat-tempat dengan medan tempuh yang mungkin sedikit sulit untuk dilalui kendaraan pribadi tentu akan membuat mobil membutuhkan asuransi kendaraan untuk kecelakaan dan kerusakan. Jadi untuk para freelancer yang banyak menggunakan kendaraan pribadi dan berpindah-pindah tempat saat bekerja. Sebaiknya mulai berfikir untuk membeli asuransi mobil agar tidak terlalu banyak mengeluarkan uang perbaikan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. BPJS Ketenagakerjaan

Selama kamu berpenghasilan maka kamu berhak untuk mendaftarkan diri untuk kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat sama untuk karyawan biasa termasuk fasilitas perawatan dan pengobatan jika terjadi kecelakaan saat bekerja, jaminan kematian dan cara membayarnya yang sama mudahnya baik secara langsung ke kantor BPJS atau melalui platform online.

Selain itu ada 3 program dari pemerintah yang ada pada BPJS Ketenagakerjaan untuk para freelancer sama seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Tips Mengatur Keuangan untuk Para Freelancer yang Memiliki Asuransi

Para Freelancer biasanya memiliki jumlah pendapatan yang tidak tetap, terkadang bisa sangat tinggi dan terkadang pas-pasan tergantung dari berapa banyaknya penawaran yang datang. Oleh karena itu terkadang memiliki pengeluaran bulanan tetap untuk asuransi bisa sedikit menjadi masalah untuk para freelancer yang tidak bisa diukur penghasilan per bulannya.

Oleh karena itu biar biaya bulanan asuransi lancer, pintar mengatur keuangan untuk freelancer juga dibutuhkan. Ini dia beberapa tips mengatur keuangan untuk para freelancer:

1. Selalu Menyisihkan Pendapatan sebagai Biaya Darurat

 Tidak setiap bulan seorang freelancer mendapatkan jumlah tawaran proyek yang sama. Terkadang ramai kadang sepi tawaran. Itu kenapa menabung untuk uang darurat sangatlah penting. Jika sedang ramai dan penghasilan sedang banyak nominal uang yang harus disisihkan juga harus ditambah untuk jaga-jaga apabila sedang sepi tawaran dan tidak bisa menyisihkan uang untuk ditabung.

2. Pintar Memilih Proyek Freelance

Jika kamu sudah memiliki cukup pengalaman berikanlah harga untuk jasa kamu layaknya gaji bulanan jika kamu bekerja pada perusahaan pada salah satu tawaran proyek yang ditawarkan, terutama jika proyek yang ditawarkan adalah proyek jangka panjang dan apabila sedikit lebih sulit usahakan minta tambahan harga. Ini agar pendapatan bulanan bisa stabil walaupun dibulan-bulan berikutnya tawaran tidak sebanyak biasanya.

3. Selalu Berhemat

Karena penghasilan yang tidak bisa diukur selalu diutamakan untuk bergaya hidup hemat. Karena layaknya berdagang kitak tidak tahu kapan dagangan kamu kapan ramai pembeli dan kapan sepinya dari pembeli. Jadi jika dapat uang banyak sedikit jangan manfaatkan untuk berboros tapi manfaatkan untuk ditabung lebih banyak.

4. Selalu dahulukan kebutuhan primer

Menjadi konsumtif adalah hal yang harus dihindari ketika kamu memutuskan menjadi seorang freelancer. Usahakan untuk selalu menyisihkan uang untuk membeli kebutuhan utama terlebih dahulu sebelum yang lain ketika kamu menerima bayaran contohnya seperti bayar tagihan listrik, air dan internet, belaja bulanan dan bayar asuransi.

Pilih Produk Asuransi yang Ramah Kantong dan Sesuai Kebutuhan

Dari ketiga jenis asuransi untuk freelancer diatas, tidak semua jenis asuransi harus dimiliki. Sesuaikan dengan jenis pekerjaanmu. Jika kamu full time bekerja di rumah maka asuransi kesehatan dan asuransi jiwa saja sudah cukup. Tapi jika kamu sering bepergian maka ketiga-tiganya tentu perlu dimiliki.

Selain itu usahakan sebelum membeli produk asuransi lihat dulu informasi produknya secara lengkap, polis dan manfaatnya. Dan yang paling penting pilihlah produk asuransi yang memang sesuai budget dan tidak membebankan penghasilan bulanan kamu sebagai freelancer.

sumber: www.cermati.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>