Jangan Ajukan Kartu Kredit Lagi Jika Kamu Masih Memiliki Sifat Berikut Ini

Perencanaan-Keuangan-Finansialku-Perencana-Keuangan-Independen-Konsultasi-Perencanaan-KeuanganSelamat pagi para pembaca setia OCI~ bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas kita dengan lancar seperti biasanya. Berjumpa kembali di hari Rabu tanggal 6 Maret 2019. Pada ulasan kali ini OCI akan membahas mengenai penyediaan layanan kartu kredit oleh pihak bank merupakan sebuah produk perbankan yang memiliki banyak keuntungan bagi nasabah. Namun, pengguna harus jeli, baik melihat keunggulan maupun melihat kekurangan yang ditawarkan. Jika tida waspada dengan penggunaannya, ingatlah bahwa kartu kredit tanpa membawa malapetaka.

Terdapat beberapa kondisi yang mengurangi kesempatan kita untuk menjadi pengguna kartu kredit yang tepat. Sialnya, kondisi tersebut dapat menimpa siapa saja dengan sifat dasar mereka. Intinya, sifat yang dimiliki seseorang memengaruhi kelayakan orang tersebut dalam menggunakan kartu kredit. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan hati-hati keinginan untuk mengajukan kartu kredit jika kita masih memiliki sifat berikut:1. Boros

Jangan sekali-kali mengajukan kartu kredit apabila kita merupakan individu yang boros. Bisa-bisa kita bisa berbelanja setiap waktu karenanya. Pasalnya, kerugian utama dari penggunaan kartu kredit terjadi saat nasabah tidak mampu untuk melunasi tagihan kreditnya. Belum lagi suku bunga yang dibebankan cenderung tinggi sehingga dinilai sangat merugikan.

Kartu kredit ditujukan kepada nasabah yang mampu mengontrol perilaku pembeliannya. Mereka tahu dengan baik mana kebutuhan yang bersifat primer dan mana yang sekunder. Sehingga pelunasan dapat dilakukan dengan mudah sebab tagihannya terkontrol dan tidak dikenakan bunga kredit.

2. Mudah “Lapar Mata”

Kondisi yang sering dianggap lumrah dan mudah kita jumpai ini ternyata dapat sangat merugikan pengguna kartu kredit. Pasalnya, sebanyak apapun limit kartu kredit, jika penggunaannya tidak dikontrol pasti akan habis juga. Oleh karena itu, jangan berfikir untuk menggunakan transaksi kartu kredit jika kita adalah seorang yang mudah tertarik dengan sesuatu dan langsung ingin membelinya.

Misalnya kita senang mengunjungi situs jual beli online dan mudah tertarik dengan barang yang ditawarkan. Hasilnya, kita akan mengandalkan kartu kredit untuk membeli barang-barang tersebut karena lapar mata. Tau-tau tagihan membengkak. Jadi, jangan lapar mata ya kalau punya kartu kredit.

3. Rencana Keuangan Selalu Meleset

Jika kita merupakan individu yang tidak dapat mengikuti rencana keuangan yang sudah ditetapkan sendiri, urungkan niat untuk menggunakan kartu kredit sekarang juga. Rencana keuangan yang selalu meleset secara tidak langsung selain menunjukkan ketidakmampuan dalam mengatur pengeluaran juga menunjukkan ketidakmampuan untuk membayar utang kredit secara full payment dan tepat waktu.

Untuk menyiasatinya, kita dapat menggunakan jasa penasihat keuangan guna mendapatkan sarang-sarang berguna terkait masalah keuangan. Setelah mempelajari bagaimana cara menggunakan kartu kredit dengan bijak, barulah ikuti keingingan kita utuk menggunakan kartu kredit.

4. Tidak Adanya “Alarm”

Alarm di sini maksudnya orang lain baik itu keluarga maupun teman dekat yang peduli dengan kehidupan finansial kita. Kehadiran teman tersebut akan dibutuhkan sebab mereka akan mengingatkan kala penggunaan kartu kredit sudah berada di luar batas wajar. Terlebih, teman tersebut bisa membantu untuk memutuskan rencana keuangan yang baik.

Sebenarnya terdapat faktor kepercayaan yang berlaku pada kondisi ini. Sudah sewajarnya kita lebih memilih untuk mendengarkan nasihat dari orang yang dipercaya ketimbang orang lain yang kurang dikenal.

5. Tidak Menyadari Kartu Kredit Sering “Lenyap”

Hentikan transaksi kartu kredit jika memergoki anggota keluarga atau teman yang menggunakan kartu kredit tanpa izin. Masalah seperti ini selalu terjadi karena kurangnya kewaspadaan nasabah dengan barang berharga mereka. Lebih buruk lagi, beberapa nasabah bahkan membiarkan orang lain memanfaatkan limit kartu kredit yang dimilikinya.

6. Kurang Mengontrol Setiap Transaksi

Jika kita adalah orang yang malas untuk mengontrol semua transasksi yang dilakukan namun belum dibayar, bersiap-siaplah dihantui utang kredit. Bagaimana tidak, mencatat segala bentuk transasksi merupakan hal yang harus dilakukan semua pengguna kartu kredit.

Kehilangan nota pembelian sama saja menghilangkan bukti bahwa tagihan sudah dilunasi. Walaupun dapat dengan mudah dilacak oleh layanan penyedia kartu kredit, pasti ada saat dimana kemalasan kita tersebut dimanfaatkan orang lain untuk melakukan transaksi “gelap”.

Pikirkan Kembali Sebelum Bertransaksi dengan Kartu Kredit

Jika kondisi-kondisi yang telah dijelaskan sedang kita hadapi, pikirkanlah kembali keinginan untuk mengajukan kartu kredit. Jangan sampai penggunaannya justru merusak kestabilan kehidupan finansial.

Selain itu, ingatlah bahwa kerugian yang ditimbulkan kartu kredit bukan hanya berdampak pada penggunanya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan bijak kekurangan dan kelebihan yang dapat diambil sebelum menjadikan kartu kredit sebagai alat transaksi utama.

Sumber: cermati.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>