Tata Kelola Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan  PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia

PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia telah memastikan dan menerapkan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada setiap aspek bisnisnya dan diseluruh jajaran Perusahaan melalui konsep yang menyangkut struktur tata kelola perusahaan yang baik. Dimana organ – organ dalam Perusahaan dapat terjalin hubungan dan mekanisme kerja, pembagian tugas, kewenangan dan tanggung jawab yang harmonis, baik hubungan didalam organisasi (internal) maupun hubungan keluar (eksternal) demi mencapai kesinambungan usaha (suistanability) Perusahaan dengan memperhatikan para pemangku kepentingan (stakeholders).

Perusahaan juga telah melaporkan atas hasil Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik yang tertuang dalam laporan Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan Laporan Penilaian Sendiri (self assessment) sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik bagi Perusahaan Asuransi, berikut penerapan  yang dimaksud :

1. Transparansi

  • Mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat dibandingkan serta   mudah diakses oleh stakeholder sesuai haknya;
  • Informasi yang harus diungkap meliputi: visi, misi sasaran usaha dan strategi perusahaan, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham pengendali, cross shareholding, pejabat eksekutif, pengelola risiko, sistem pengawas dan pengendali interen, sistem dan pelaksanaan GCG serta kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan;
  • Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi serta Pemegang Polis/Tertanggung sesuai peraturan perundang-undangan;
  • Kebijakan perusahaan harus tertulis dan dikomunikasikan kepada stakeholders yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut.

2. Akuntabilitas

  • Menetapkan tanggungjawab yang jelas dari masing-masing organ dan seluruh jajaran perusahaan yang selaras dengan visi, misi sasaran usaha dan strategi perusahaan;
  • Perusahaan harus meyakini bahwa semua organ dan jajaran organisasi perusahaan mempunyai kompetensi sesuai tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam pelaksanaan GCG;
  • Perusahaan harus memastikan adanya struktur, sistem dan standard operating procedure (SOP) yang dapat menjamin bekerjanya mekanisme check dan balance dalam pencapaian visi, misi dan tujuan perusahaan;
  • Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran perusahaan berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati dan konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values), sasaran usaha dan strategi perusahaan serta memiliki reward and punishment system.

3. Responsibilitas

  • Perusahaan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan menjamin dilaksanakannya perjanjian, anggaran dasar, ketentuan perusahaan dan peraturan perundang-undangan;
  • Perusahaan bertindak sebagai warga korporasi yang baik termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial.

4. Independensi

  • Organ dan seluruh jajaran perusahaan harus dapat mengambil keputusan  secara obyektif, tanpa benturan kepentingan dan bebas dari tekanan pihak manapun;
  • Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta bebas dari benturan kepentingan.

5. Kesetaraan dan Kewajaran

  • Perusahaan senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan atas kesetaraan dan kewajaran;
  • Perusahaan memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.

 Rapat Umum Pemegang Saham

Organ Perseroan Terbatas yang memiliki kewenangan ekslusif (kekuasaan tertinggi)  yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan hukum  dan perundang-undangan yang berlaku.

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengawasan atas kebijakan perusahaan, jalannya perusahaan dan memberikan nasihat kepada Direksi.

Komposisi Dewan Komisaris di Asuransi Jiwa Reliance Indonesia berdasarkan Laporan Tata Kelola Perusahaan yang Baik tahun 2017 :

Nama Jabatan  
Anton Budidjaja Komisaris Utama  
Iman Pribadi Komisaris  
I Nyoman Sutedja Komisaris Independen  
Ida Bagus Mayun Pudja Komisaris Independen  

 Komite Penunjang Dewan Komisaris

Untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya, perusahaan membentuk beberapa komite dibawah Dewan Komisaris, berikut komite yang dimaksud :

Susunan Anggota Komite Audit & Komite Pemantau Risiko :

Komite Audit

Ketua              :     I Nyoman Sutedja

Anggota          :   Tigor Pakpahan

                                Sri Wahyuni

Komite Pemantau Risiko

Ketua                :   Ida Bagus Mayun Pudja

Anggota          :   Herra harjanto

                                Sigit Sukmono

 Fungsi Komite Komite Audit

  1. Memastikan pengendalian internal dilaksanakan dengan baik;
  2. Memastikan pelaksanaan audit internal maupun audit Independen dilaksanakan sesuai dengan standar auditing yang berlaku;
  3. Memastikan pelaksanaan oleh Direksi atas hasil temuan satuan kerja audit internal, akuntan publik dan hasil pengawasan OJK;
  4. Memberikan rekomendasi penunjukan calon auditor eksternal; dan
  5. Memastikan kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntasi yang berlaku.

Fungsi Komite Pemantau Risiko

  1. Mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi; dan
  2. Menilai efektifitas menejemen risiko termasuk menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh Perusahaan.

Direksi

Direksi merupakan organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengaturan dan pelaksanaan jalannya seluruh kegiatan Perusahaan agar berjalan sesuai dengan visi dan misi perusahaan melalui strategi, rencana dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Komposisi Direksi di Asuransi Jiwa Reliance Indonesia berdasarkan Laporan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik tahun 2017:

Nama Jabatan  
Prihantoro Direktur Utama  
Jimmy Jerry Direktur  
Gideon Heru Prasetya Direktur  

Komite penunjang Direksi

Untuk membantu Direksi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, perusahaan membentuk beberapa komite dibawah Dewan Komisaris, berikut komite yang dimaksud :

1. Komite Investasi

Bertugas membantu Direksi dalam merumuskan kebijakan investasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan investasi yang telah ditetapkan.

2. Komite Kepatuhan

Bertugas membantu Direksi dalam memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dibidang usaha perasuransian dan peraturan perundangan-undangan lainnya.

3. Komite Pengembangan Produk

  1. Menyusun rencana strategis pengembangan dan pemasaran produk asuransi sebagai bagian dari rencana strategis kegiatan usaha perusahan;
  2. Mengevaluasi keseuaian produk asuransi baru yang akan dipasarkan dengan rencana strategis pengembangan dan pemasaran produk asuransi; dan
  3. Mengevaluasi kinerja produk asuransi dan mengusulkan perubahan atau penghentian pemasarannya.